Mengatasi Muka Rumah Yang Sempit

<font face=[email protected]
” />

Assalaamu’alaikum wrwb

Apa kabar netters sekalian ? Semoga anda semua pecinta eramuslim.com diberikan kelapangan rizki di pagi cerah setelah sahur. Sehingga libur lebaran nanti kita diberi kecukupan untuk menunaikan kewajiban bersilaturahim.

Setelah kultum subuh pagi ini, saya akan coba berbagi dengan netters tentang muka rumah yang sempit. Karena hal ini sering kita alami. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota besar. Yang rata-rata muka rumah hanya 6 meter. Bahkan ada yang cuma 5 meter saja.

Nah, kali ini saya tampilkan muka rumah dengan lebar 5 meter. Hasil olahan disain saya sekitar 3 tahun yang lalu. Renovasi rumah lama dengan konsep tidak banyak bongkaran hingga hemat.

Hal pertama yang saya lakukan adalah dengan membuat balkon yang lapang. Area ini dulu sebenarnya hanyalah pet beton biasa yang tidak bisa diakses. Dengan sedikit tambahan struktur dan railing balkon sederhana serta bak bunga diujung akan membuat rumah tampil lapang dan menarik.

Box besar di depan sebenarnya adalah ruang cuci jemur. Hanya saya buat bentuknya minimalis. Untuk menyamarkan atap lama yang memang tidak saya bongkar. Hingga tangki air pun ikut tersamar bersama garis kotak besar yang menjulang tinggi.

Teras saya majukan ke dekat jalan. Karena memang lahannya sempit. Jadi pilihannya adalah area di muka lahan yang tersisa. Bersama pot gantung dan finishing ekspos atap membuat kesan natural serta akkrab bersahaja.

Atapnya memang rendah. Namun tidak mengapa karena ini teras yang akrab. Jadi jika dibuat terlalu tinggi justru akan membuat kesan tidak bersahabat. Dengan gaya ini akan membuat kita nyaman duduk didalam naungannya.

Untuk tembok di ujung muka lahan tetap diolah. Dengan bak tanaman dan hijau daun yang panjang membuat tembok ini tampil segar. Kesan sempit menjadi hilang karena ada pencuci mata yang segar memanjakan selera.

Pola konsol kayu yang ditonjolkan juga menambah variasi muka rumah. Berderat ia menyangga atap teras. Cukup untuk menahan tampias hujan. Cukup pula untuk menahan terik matahari yang jatuh menyilaukan.

Ditambah dengan kerei bambu mungil di depan dapur membuat kegiatan masak memasak menjadi nyaman. Aurat tetap terjaga. Tampilan depan juga tetap sopan.Tidak mengganngu jika ada tamu karena ada 2 akses pintu masuk ke dalam rumah.

Demikian tampilan disain kita pagi ini. Selamat menikmati hari libur anda. Fi amanillah wa ma’a salamah. Semoga Allah melindungi kita dan memberikan keselamatan.

Akhirul kalam,

Wasalaamu’alaikum wrwb

Andan Nadriasta, ST- [email protected]