Keraguan

Assalamu alaikum wr. Wb.

Saya kebetulan menjadi buruh disuatu perusahaan. Dan kebetulan tugasku bertanggung jawab terhadap kualitas produk. Disisilain saya dipercaya atasan saya untuk mengatur temen-temen sebagian.

Masalah yang saya hadapi adalah ada seorang teman kerja kalau saya arahkan untuk kebaikan dia selalu menolak bahkan terkadang memaki saya. Saya berusaha memberikan ucapan dengan cara yang baik. Mohon Ustad memberi solusinya.

Jazakumullah khoron katsiro

Nasehat merupakan hal yang dianjurkan oleh agama. Karena dengan nasehat segala kekeliruan dapat kita ketahui. Dan biasanya ada orang yang dapat menerima dan ada pula yang menolaknya.

Saudara Hada, kunci dari penerimaan nasehat sebenarnya adalah adanya kepercayaan dari orang lain dan kepercayaan ini akan timbul bila kita mempunyai sifat keteladanan, yakni sesuai dengan perkataan dan perbuatan yang kita lakukan.

Dalam memberi nasehatpun banyak ragamnya, tidak selalu melalui perkataan. Anda dapat pula melakukan nasehat melalui sindirian atau perbuatan yang berupaya ‘menyinggung’ nya.

Semuanya itu juga harus dilihat dalam konteks situasi dan kondisi yang bagaimana? Misalnya ketika dia masih capai usai bekerja dan kita memberikan nasehat, mungkin ia akan marah? Kenapa, situasi dan kondisinya tidak sesuai. Mungkin lain ceritanya ketika anda memberinya segelas air minum terlebih dahulu dan anda berkata santai sambil bergurau,

Dapat pula Anda memberikan penghargaan terlebih dahulu kepadanya. Misalnya Anda meminta pendapatnya terlebih dahulu sebelum anda memberikan nasehat. Karena ada kalanya kita bertemu dengan manusia yang bertipe ingin dihargai terlebih dahulu.

Janganlah Anda lelah dalam memberikan nasehat, tetapi cobalah Anda kreatif dalam menyampaikan nasehat dengan melihat situasi dan kondisi setempat serta karakter orang yang akan kita beri nasehat.