Perasaan Suka Dengan Seseorang

Assalamualaikum,

Pak ustadz, saya seorang pria yang masih kuliah di perguruan tinggi di Jakarta. Saya mempunyai seorang teman perempuan, dia amat baik orangnya dan alhamdulilah juga telah menutup aurat (berkerudung).

Kami dekat tapi tidak untuk pacaran kami cuma berteman biasa. Seiring waktu saya jadi suka dengannya. Dia tidak tahu tentang ini, hal ini membuat saya kurang konsen kepada kuliah saya karena selalu terpikir tentang dia, yang saya ingin tanyakan bagaimana cara untuk menghilangkan bayang-bayang dia pak ustadz?

Sebenarnya saya sangat membenci menyimpan perasaan suka terhadap orang sering saya berusaha untuk tidak memikirkannya tapi tidak bisa. Haruskah saya berusaha menjauhinya tapi tetap menjaga silaturrahim dengannya, tapi disatu sisi saya begitu senang padanya karena dia baik agamanya.

Apakah dia perlu tahu perasaan saya ini? Dosakah saya menyukai seseorang wanita? Apa yang harus saya lakukan pak ustadz saya sungguh bimbang menghadapi ini?

Wassalamu’alaykum.

Wa’alaikum salam wr. wb.

Saudaraku yang dicintai Allah SWT, perasaan suka kepada lawan jenis adalah hal yang wajar, tetapi perlu disalurkan dengan cara-cara yang diridhoi Allah SWT. Dalam Islam, sebenarnya tidak ada istilah pacaran, yang ada adalah langsung melamar. Hal itu karena pacaran lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Pertanyaan saya untuk saudara penanya adalah apakah Anda memang sudah waktunya menikah dalam waktu dekat ini atau masih lama untuk menikahnya. Jika sudah siap untuk menikah segera, say asarankan agar Anda langsung melamarnya saja (menyatakan kesukaan dan mengajaknya menikah). Namun jika Anda masih lama untuk menikah, sebaiknya lupakan saja wanita tersebut, karena hanya akan mengotori hati Anda (zina hati).

Ada pun cara melupakan wanita yang kita cintai dapat dilakukan langkah sebagai berikut:

  1. Sibukkan diri dengan aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran, sehingga kita tidak punya waktu luang untuk memikirkannya. Kalau malam juga mudah tidurnya, karena sudah terlalu lelah. Namun kalau waktu luang kita banyak, pikiran akan mengembara. Tabiat pikiran adalah mudah memikirkan hal-hal yang berkesan, enak dan indah. Memikirkan orang yang dicintai termasuk kriteria tersebut, sehingga akan semakin sulit kita melupakannya.
  2. Jauhi interaksi langsung maupun tidak langsung dengan orang yang dicintai. Jika Anda satu organisasi dengan dia, mungkin Anda perlu cari organisasi lain. Buang juga benda-benda yang mengingatkan Anda kepada si dia. Bahkan kalau perlu jangan menerima telpon/sms darinya untuk sementara waktu atau seterusnya.
  3. Jika Anda teringat dengan kebaikannya atau saat-saat indah dengannya, imbangi ingatan tersebut dengan mengingat-ingat kekurangannya atau saat-saat yang paling menyakitkan dengannya. Cara ini akan mengurangi rasa suka/cinta yang berlebih-lebihan dengannya.
  4. Saingi rasa cinta Anda kepadanya dengan meningkatkan rasa cinta Anda kepada Allah SWT. Jika Anda mencintai Allah, niscaya rasa cinta (yang berlebihan) kepada orang lain akan hilang. Cinta kita kepada orang lain lebih bersifat universal dan rasional karena di hati kita hanya ada cinta sejati kepada Allah SWT.
  5. Perbanyak ibadah dan berdoa yang sungguh-sungguh kepada Allah. Minta kepada Allah SWT untuk membalikkan rasa cinta Anda kepada si dia menjadi rasa hambar kepadanya. Ingat! Allah yang mempunyai hati kita dan Ia juga yang mampu membalikkan hati kita. Jika Anda mengatakan sudah berdoa kepada Allah tapi malah mimpi yang indah-indah dengan dia, itu berarti Anda tidak ikhlas dan sungguh-sungguh meminta kepada Allah untuk membantu Anda melupakannya. Mungkin malah Anda tidak ikhlas dengan kehendak Allah yang tidak menginginkan Anda bersama dengannya.
  6. Yakini dunia tidak seluas daun kelor dan wanita bukan hanya dia saja. Mungkin ada jodoh lain yang lebih cocok untuk Anda di tempat lain. Perluas pergaulan, sehingga kita bisa mendapatkan isyarat-isyarat cinta yang lebih universal dari lingkungan pergaulan kita yang luas tersebut.
  7. Kalau sudah putus, jangan terlalu berangan-angan untuk rujuk kembali sehingga kita menjadi plin-plan bersikap kepadanya. Keinginan rujuk (nyambung) kembali membuat pikiran kita menjadi sulit melupakannya. Anggap saja Anda sudah putus selama-lamanya dengan dia, sehingga hati Anda tidak selalu ‘bermain-main’ memikirkan dia.

Demikian saran saya. Semoga Anda mampu melupakannya dan mendapatkan jodoh yang sholihah di kemudian hari dengan cara-cara yang Islami.

Salam Berkah!

(Satria Hadi Lubis)