free hit counters
 

Pilihan yang Seharusnya Dipilih

Ass… Wr..Wb..

Saya saat ini sedang menempuh pendidikan di iain yang ada di aceh. Saya sekarang berumur 20 tahun. Tapi saya masih merasa anak-anak. Mungkin karena saya mempunyai dua orang kakak yang masih lajang dan sangat perhatian sama saya. Tapi saya berusaha bersikap dewasa.

Selama umur saya yang sekarang 20 tahun, saya baru sekali merasakan cinta dari seorang cowok. Kami memulai hubungan percintaan sejak saya berumur pertengahan 19 tahun. Tapi sekarang sudah putus (kira-kira 5 bulan hubungan kami). Saya tahu dia benar-benar mencintai saya, bahkan dia mengajak saya menikah. Saya suka sama dia karna dia orangnya baik, bisa dikatakan dia orangnya perhatian (suka menderma orang lain).

Tapi masalahnya sekarang ada pada saya. Saya sebenarnya bukan orang yang mudah menerima cinta orang lain. Saya memutuskan hubungan kami karena saya belum siap untuk diajak menikah. Alasannya karna saya masih harus menyelesaikan kuliah, karna itu keinginan orang tua saya. juga karena saya masih mempunyai 2 orang kakak yang belum menikah. Kan nggak mungkin saya melangkahi kakak saya.

Saya sekarang bingung setelah memutuskan dia. Saya merasa menyesal telah memutuskan hubungan ini. Tapi orang tua dan saudara-saudara saya mendukung saya untuk putus dengan dia. Tapi dia orangnya terlalu baik buat saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya nggak mau pisah dengan dia.

Dari dia sendiri, sebenarnya dia nggak bisa menerima keputusan saya. Tapi setelah saya jelaskan maksud saya putus dengan dia, dia sudah bisa menerimanya. Tapi dia minta satu lagi kesempatan bahwa dia benar-benar mencintai saya dan dia minta izin untuk melamar saya untuk membuktikan cinta sejatinya terhadap saya. Saya yakin orang tua saya belum mengizinkannya. Tapi saya nggak ingin dia kecewa.

Untuk itu saya butuh pencerahan dari bapak agar saya bisa menyelesaikan masalah saya ini. jalan mana yang seharusnya saya pilih?

Terima kasih saya ucapkan

Wassalamualaikum wr..wb..

Sebuah pilihan adalah keberpihakan yang harus menerima setiap konsekuensinya. Dan ketika Anda telah memilih, maka pikiran Anda seharusnya sudah berada dalam konsekuensi yang Anda terima.



Hemat saya, dua hal yang ungkapkan (kuliah dan menikah) merupakan dua hal yang masih dapat dipertemukan mengingat usia Anda yang masih 20 tahun. Cobalah Anda berpikir jernih dalam mendalami persoalan ini. Mulailah berpikir dan bersikap dewasa.

Kekuatiran keluarga dalam membatasi hubungan Anda dengannya adalah hal yang dapat dipahami bila dikarenakan faktor usia dan kesempatan Anda kuliah untuk mendapatkan gelar dan mempermudah pekerjaan untuk Anda kelak dikemudian hari. Bukankah hal tersebut juga dapat menunjang Anda ketika berumah tangga?

Komunikasikan dengan orang yang menyukai Anda tersebut tentang baik dan dengan berpikir dewasa. Karena tujuan hidup bukan hanya sekedar menikah tetapi bagaimana kita dapat bermanfaat bagi orang lain dengan berbagai tugas yang dipikul dan segala tanggung jawabnya. Toh, apalagi ia masih mau menunggu Anda.

Semoga bermanfaat.

Konsultasi Motivasi Terbaru