KEHEBATAN KUNYIT YANG JARANG ORANG TAHU

EramuslimAdvertorial

Kurkumin adalah senyawa berwarna kuning yang banyak ditemukan dalam rimpang temulawak atau kunyit, biasa ditemukan sebagai kurkuminoid yaitu campuran antara kurkumin, demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Secara tradisional, kurkumin sudah dimanfaatkan dalam pengobatan di Asia, termasuk Indonesia, untuk mengobati luka, menghilangkan rasa nyeri dan artritis. Kini para ahli menemukan bahwa kurkumin juga bisa mengobati kanker.

Tanaman temulawak hanya ada di Indonesia. Tanaman ini banyak ditemukan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Selatan. Karena potensinya yang besar sebagai obat masa depan, kini para ahli memusatkan perhatiannya pada tanaman asli Indonesia ini.

Ada banyak data dan literatur yang menunjukkan bahwa kunyit dan temulawak berpotensi besar sebagai anti-inflamasi, antivirus, anti-imunodefisiensi, antibakteri, antijamur, anti-oksidan, antikarsinogenik, dan anti-infeksi.

Studi laboratorium dan hewan percobaan menunjukkan, kurkumin mampu memperlambat penyebaran kanker dan pertumbuhan sel tumor dalam pembuluh darah. “Hal ini menyebabkan sel kanker mati,” tambah Moynihan. Berbagai riset di laboratorium menunjukkan, kurkumin efektif untuk mencegah kanker kolon, prostat, dan kanker payudara.

Berkaitan dengan wabah Covid-19, peran Curcumin sangatlah penting walaupun sempat terjadi perdebatan. Hasil riset Bioinformatika yang dirilis Maret 2020 menggunakan metode pemodelan bioinformatika (moleculer docking), curcumin mampu berikatan dengan reseptor protein SARS-CoV 2 yaitu melalui ikatan dengan domain protease (6Lu7) dan spike glikoprotein.

Ikatan ini berpotensi untuk menghambat aktivitas Covid-19.
Selain itu curcumin diketahui menghambat pelepasan senyawa tubuh penyebab peradangan atau sitokin proinflamasi seperti interleukin-1, interleukin-6 dan tumor necrosis factor-α. Pelepasan sitokin dalam jumlah banyak, disebut badai sitokin yang dapat menumpuk pada organ paru-paru kemudian menimbulkan sesak.

Dalam kaitannya dengan COVID-19, penggunaan tanaman tersebut baik secara tunggal maupun gabungannya bisa membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator. Oleh karena itu, pemanfaatan kunyit, temulawak atau jahe sebagai jamu, obat herbal terstandarkan, atau suplemen minuman adalah aman. Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan COVID-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan. Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman – tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap COVID-19.

Saat ini sudah hadir MADU CURCUMINT, madu yang dikombinasikan dengan Curcuma atau Temulawak dan Mint. Curcuma sangat kaya dengan Curcumin sesuai namanya. Kombinasi dengan madu multiflora akan memberikan efek rasa yang enak. Apalagi dikombinasikan dengan Mint yang membuat MADU CURCUMINT terasa SEGAR SEMRIWING, melegakan pernafasan, hidung dan tenggorokan.

MADU CURCUMINT bisa didapatkan dengan harga ekonomis. Cukup dengan harga Rp 62.000,- bisa mendapatkan MADU CURCUMINT 250 gram.
Untuk mendapatkan Madu Curcumint, bisa menghubungi Kami :

Jabodetabek : Jakarta : Maryono (0857 7997 5162), Akbar (0812 9667 3538), Bekasi : Imel (0812 1853 348), Tangerang : Diqi (0815 1014 4515), Bogor : Habib (0857 9348 3765)
Jawa Barat : Bandung : Wawan (0853 1566 4849), Qori (0898 2422 993), Alenta Bisnis (0878 2483 8640) Cirebon : Kang Risno (0813 9423 9282)
Jawa Tengah : Pekalongan : dr. Ismail (0853 2169 9993), Solo : Syaiful (0815 4850 2158), Sukoharjo : Ani (0858 6580 9535), Marsamti : (0857 2688 4535), Klaten : Erni (0822 2381 0112), Cilacap : Anna (0821 4766 8667)
DI Yogyakarta : Rohmat Abidin (0812 2946 4748)