free hit counters
 

ZAITUN DAN HABBATUSSAUDA SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN

EramuslimAdvertorial – APAKAH ANTIOKSIDAN ITU?

Tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Disetiap sel terjadi reaksi metabolisme yang sangat kompleks. Diantara reaksi metabolisme tersebut melibatkan oksigen, seperti yang kita ketahui oksigen adalah unsur yang sangat reaktif. Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan apa yang disebut sebagai “Oxygen Species (ROS)” seperti H2O2, radikal bebas hydroksil (·OH), dan anion superoksida ( O2-).

Molekul-molekul ini memang diperlukan tubuh misalnya untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi signal pada sistem syaraf. Akan tetapi apabila jumlahnya berlebihan seperti pengaruh gaya hidup (merokok, stress, konsumsi obat, polusi lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu pada tubuh, radiasi, dll) maka dapat merusak sel dengan cara memulai reaksi berantai lipid, mengoksidasi DNA dan protein.

Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker. Sedangkan oksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat menghambat proses metabolisme. Disinilah pentingnya kita mengkonsumsi antioksidan.

Hasil berbagai penelitian dengan riset ilmiah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat pembentukan karsinogenik dan menghalanginya untuk menetap dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan cara menangkap radikal bebas sehingga karsinogoenik tidak memiliki kesempatan untuk menempel dan merusak DNA. Radikal Bebas berasal dari molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat dari aktifitas lingkungan. Aktifitas lingkungan yang dapat memunculkan radikal bebas antara lain radiasi, polusi, merokok dan lain sebagainya.

Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Pencurian ini jika berhasil akan merusak sel dan DNA tersebut. Jika radikal bebas banyak beredar maka akan banyak pula sel yang rusak. Kerusakan yang ditimbulkan dapat menyebabkan sel tersebut menjadi tidak stabil yang berpotensi menyebabkan proses penuaan dan kanker.

MINYAK ZAITUN DAN MINYAK HABBATUSSAUDA SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN

Diantara komponen antioksidan penting pada minyak zaitun adalah tokoferol (vitamin E), yang terdiri atas tokoferol alfa, beta, gama, dan delta. Jenis alfa paling tinggi konsentrasinya, hampir mencapai 90 persen dari total tokoferol. Karena itu, minyak ini sangat ideal sebagai antioksidan.

Begitu juga kandungan antioksidan lain seperti flavanoid, polifenol, dan squalen. Kandungan polifenol minyak zaitun bahkan 10 kali lipat lebih tinggi dari teh hijau yang selama ini dipercaya berkhasiat sebagai antikanker, darah tinggi, diabetes, stroke, dan jantung koroner.

Olive oil juga dapat digunakan sebagai pencegah kanker dengan adanya kandungan phenol. Zat ini merupakan komponen yang sangat penting dalam fungsinya sebagai pencegah kanker. Kandungan phenol (polyphenol) memiliki suatu efek pencegah (chemopreventive) pada beberapa jenis kanker, serta dapat menghambat proses karsinogenesis dengan beberapa mekanisme seperti: penghambatan pada proses sintesis DNA, mengurangi produksi Reactive Oxygen Species (ROS), meregulasi siklus sel, mengatur mekanisme proliferasi serta survival sel. Hidroksitirosol yang merupakan salah satu bagian phenol dapat membantu mencegah kerusakan DNA akibat proses oksidasi. Pada saat sekarang sel-sel tubuh kita secara terus menerus terpapar oleh radikal bebas serta beberapa zat lainnya. Ini semua menjadi faktor pemicu munculnya penyakit kanker.

Minyak Habbatussauda juga mengandung nutrisi terutama vitamin yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Beberapa vitamin yang bersifat antioksidan adalah vitamin A, C, E dan D.

Sebuah Penelitian yang dilakukan oleh Dosen Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret yang berjudul “EFEKTIFITAS MADU, MINYAK ZAITUN, DAN JINTAN HITAM SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN SENYAWA HIPOLIPIDEMIA PADA TIKUS (Rattus Novergicus L) DISLIPIDEMIA” menyimpulkan bahwa madu,minyak zaitun dan jintan hitam mempunyai efektifitas yang berbeda terhadap perbaikan profil lipid serum dan stres oksidasi. Minyak zaitun yang paling efektif dalam menurunkan kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL, dan MDA serta paling efektif dalam meningkatkan kolesterol HDL, diikuti oleh Madu dan Jintan Hitam

Dari uraian ini dapat difahami mengapa konsumsi minyak zaitun dan minyak habbatussauda memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang makin sering terpapar radikal bebas, gaya hidup stress dan pola makanan yang tidak sehat.

KESIMPULAN:
Antioksidan menangkal radikal bebas yang merugikan tubuh.
Efek yang ditimbulkan radikal bebas diantaranya: tingginya angka kolesterol, trigliserida darah, terjadinya kanker, penuaan dini dan kerusakan jaringan.

Konsumsi minyak zaitun dan minyak habbatussauda dapat memberikan manfaat bagi kesehatan karena tingginya angka antioksidan yang dikandungnya.



NIGELLIVE sebagai produk PT Habbatussauda International mengandung komponen minyak zaitun dan minyak habbatussauda. Sangat baik dikonsumsi untuk langkah pencegahan agar tidak jatuh sakit, dan juga bisa digunakan sebagai bahan terapi mengatasi penyakit.

Untuk menjaga kesehatan gunakan dosis harian 2×3 hingga 2×4 kapsul.
Adapun jika sudah menderita satu penyakit maka dosis dianaikkan diawali dari dosis 3×3 atau lebih sesuai anjuran ahli terapi.

Untuk pemesanan produk NIGELLIVE
Dapat langsung menghubungi :
Team Internet Marketing Habbats
Tlp/WA : 0813-9468-5880

SAAT INI SEDANG PROMO GRATIS ONGKIR JAWA DAN BALI
Info lebih lanjut : www.habbats.co.id

Klinik Sehat Terbaru