free hit counters
 

Bisakah Mengaji Lewat MP3 Player?

Asslamu’alaikum,

Pak Ustadz yang saya hormati, saya ada beberapa pertanyaan.

Saya seorang pekerja yang sibuk dan saya sadar saya harus memiliki ilmu agama makanya saya memiliki MP3 yang berisi tilawah Al-Qur’an dan saya mengikuti bacaan dari MP3 itu dengan Al-Qur’an yang saya miliki sendiri, bolehkah hal itu saya lakukan?

Saya harapkan jawaban dari pak Ustadz dan atas perhatiaanya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum

Assalamu ‘alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Belajar membaca Al-Quran memang bisa dibantu lewat fasilitas multimedia, seperti yang anda sebutkan. Ada beberapa keunggulan yang bisa anda petik dari mendengarkan bacaan Al-Quran lewat MP3 itu. Misalnya, pendengaran anda akan lebih terlatih menyimpan memori bacaan Al-Quran yang baik dan benar. Terutama bila qari’-nya memang seorang yang berkualitas dari segi bacaan. Dan tentunya bila dilakukan dengan frekuensi yang cukup tinggi.

Suara bacaan Al-Quran yang baik dan standar itu, bila diterus menerus didengarkan, secara alam bawah sadar akan terekam di dalam memori otak. Rekaman di otak ini penting, sebagai modal buat kita yang mendengarkan untuk bisa menirukannya, dengan bacaan yang sama.

Sebenarnya kalau kita telusuri sejarah, akan kita dapati bahwa pengajaran bacaan Al-Quran lebih awal dengan oral system, ketimbang dengan cara mengeja dari huruf-hurufnya. Dan memang umumnya bangsa Arab di masa lalu buta huruf, namun tetap mampu membaca Al-Quran dalam arti mampu membunyikannya dengan benar. Bukan dengan mengeja huruf-hurufnya. Maka Al-Quran yang terdiri dari 6.000-an ayat lebih itu pun mereka hafal di luar kepala. Meski mereka tidak mampu mengeja hurufnya.

Dan memang yang lebih penting dari Al-Quran itu bukan semata-mata kemampuan kita mengejanya, melainkan mampu membunyikannya dengan benar, sesuai dengan hak masing-masing huruf. Seseorang mampu membaca Al-Quran tanpa mengeja, berarti dia hafal Al-Quran. Dan hal itu tentu lebih utama dari sekedar mampu mengeja hurufnya semata.

Di masa lalu, para ahli Al-Quran itu identik dengan penghafal Al-Quran. Boleh jadi mereka buta huruf, tetapi yang penting mereka mampu membunyikan tiap ayat Al-Quran dengan sempurna.

Namun di masa lalu, oral system ini berhasil lantara ada guru yang berfungsi selain memasukkan memori suara bacaan, juga melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan secara real time. Seorang murid bukan hanya diminta mendengarkan bacaan guru, tetapi pada saat yang sama, sang guru langsung mengevaluasi bacaan muridnya. Murid diminta untuk membacanya, lalu si guru saat itu juga mengoreksi bila masih ada yang salah. Bahkan dalam hal ini, yang lebih menonjol adalah aktifitas murid. Sebab merekam lebih mudah daripada memainkan atau membunyikan.

Maka fungsi sang guru yang tidak mungkin tergantikan oleh MP3 dan beragam perangkat multi media yang lainnya terletak di sini. Hingga hari ini belum ada program cerdas (artificial inteligent) yang bisa secara interaktif mampu mendengarkan dan mengevaluasi bacaan murid, lalu menegurnya dan membetulkannya saat itu juga.



Jadi memang tidak salah bila anda memanfaatkan MP3 player untuk belajar Al-Quran, tapi ketahuilah bahwa masih ada satu fungsi mendasar yang belum bisa dicover olehnya. Yaitu fungsi untuk mengevaluasi atau membetulkan bacaan si murid. Padahal fungsi ini sangat vital dan tidak mungkin ditinggalkan. apalagi artinya belajar Al-Quran, kalau tidak mampu mengoreksi bacaan yang salah?

Jadi sampai hari ini, rasanya anda masih membutuhkan guru berupa manusia biasa, yang mampu dengan cerdas memeriksa dan mengevaluasi bacaan anda, lalu membetulkan bahkan melakukannya berulang-ulang hingga bacaan anda memenuhi standar baku pembacaan Al-Quran.

Mungkin suatu ketika, bila para ahli programmer komputer sudah mampu membuat program belajar baca Al-Quran yang bersifat interaktif, insya Allah anda bisa memanfaatkannya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Fiqh Kontemporer Terbaru