free hit counters
 

Urutan Mandi Besar untuk Perempuan Menurut Riwayat Aisyah ra

Eramuslim – Wanita yang sedang menjalani masa haid memiliki kewajiban mandi junub atau mandi besar ketika haidnya selesai. Mandi besar yang dilakukan semasa haid tidak dikategorikan sebagai mandi junub dalam artian bersuci dari haid.

Menurut Syekh Kamil Muhammad uwaidah dalam kitabnya “Fiqih Wanita” menerangkan, apabila dia tetap melaksanakan mandi janabah ketika sedang menjalani masa haid, maka mandinya dianggap sah dan dapat menghilangkan dan janabahnya, sementara hukum haid masih berlaku padanya hingga masa haid selesai.

Syekh Kamil menjelaskan, secara umum ada beberapa langkah mandi besar bagi perempuan. Yang pertama membaca basmalah, dengan niat menghilangkan hadas besar melalui mandi. Selanjutnya membasuh kedua telapak tangan tiga kali.



Kedua, setelah itu beristinja dan membersihkan segala kotoran yang terdapat pada kemaluan. Ketiga berwudhu seperti ketika hendak mengerjakan sholat. Keempat membasuh kepala dan kedua telinga sebanyak tiga kali.

Sementara itu kelima, menyiramkan air ke seluruh tubuh. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Dia menuturkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:  كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ, ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ, فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ, ثُمَّ يَتَوَضَّأُ, ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ, فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ, ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ, ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Fiqh Kontemporer Terbaru