Kontroversial di Medsos, Tajir di BUMN: Ade Armando Komisaris PLN Panen Gaji Fantastis!

Eramuslim - Mantan dosen, provokator medsos, sekaligus politisi PSI, Ade Armando, resmi mendapat “kursi empuk” di salah satu anak perusahaan BUMN: PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Ia mengonfirmasi mulai aktif menjabat komisaris sejak Kamis, 4 Juli 2025.
Kabar ini ramai jadi perbincangan usai dokumen hasil RUPS PLN NP tersebar luas di media sosial. Kini, masyarakat bertanya-tanya: apa prestasi Ade hingga layak diberi jabatan bergaji miliaran?
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, total penghasilan komisaris PLN NP—posisi yang kini ditempati Ade—bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar per tahun. Angka ini mencakup honorarium bulanan sebesar Rp106,9 juta, tunjangan transportasi, tunjangan komunikasi, THR, serta tantiem tahunan yang mencapai ratusan juta rupiah, tergantung kinerja perusahaan.
Ade tak asing bagi publik. Ia dikenal karena sederet kontroversi di media sosial, mulai dari pernyataan soal "Allah bukan orang Arab", hingga unggahan foto Rizieq Shihab pakai topi Santa Claus. Berkali-kali dilaporkan ke polisi, Ade tetap eksis di dunia digital sebagai pendukung garis keras Jokowi.
Pada 2022, ia bahkan babak belur dihajar massa saat ikut demonstrasi menolak penundaan pemilu. Tahun berikutnya, ia mundur dari dunia akademik dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin Kaesang, anak Presiden Jokowi.
Meski sempat ditegur karena menyerang PDIP, Ade tetap menunjukkan loyalitas pada keluarga Jokowi. Kini, ia diganjar posisi komisaris di perusahaan pelat merah. Di tengah sorotan publik soal praktik bagi-bagi jabatan BUMN kepada loyalis politik, penunjukan Ade menambah daftar panjang tokoh non-profesional yang menduduki kursi strategis berbasis APBN.
"Dari buzzer ke BUMN, dari kontroversi ke komisaris—Ade Armando tahu betul cara bermain di panggung kekuasaan.
Sumber: CNN Indonesia