Kristen Berkuasa di Nigeria

Goodluck Jonathan, 52, yang beragama Kristen, menggantikan Presiden Nigeria, Umaru Yar'Adua, yang meningal beberapa hari yang lalu. Jonathan akan memimpin negeri yang berpenduduk 150 juta, dan mayoritas 70 persen muslim. Pemimpin baru Nigeria ini berlatarbelakang seorang ahli lingkungan dan sarjana dibidang kedokteran hewan.
Sebelumnya, Goodluck Jonathan, menjadi wakil gubernur di negara bagian Bayelsa, tahun 2001, sebuah wilayah yang paling kaya minyak di Delta Niger. Jabatan sebagai wakil gubernur, tak berlangsung lama, sesudah Gubernur Diepreye Alamieyaseigha, di copot oleh Komisi Kejahatan Ekonomi dan Keuangan Nigeria, karena mengindikasikan ia terlibat kejahatan korupsi, maka Jonathan diangkat menjadi gubernur di wilayah itu, tahun 2006.
Tak lama situasi politik di Nigeria berubah, Presiden Olusegun Obasanjo, yang pendeta, digantikan oleh Umaru Yar'Adua di dalam sebuah pemilihan presiden, di tahun 2007. Nigeria memang unik, di mana negara yang begitu luas itu, terbagi menjadi dua wilayah di mana, wilayah Selatan dan Barat adalah mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Katholik, sedang wilayah Utara, Timur dan Selatan, mayoritas beragama Islam.
Nopember tahun lalu, Jonathan dengan para pendukung berjuang untuk mengambil alih kekuasaan dari Umaru, yang ketika itu sudah berada di Saudi Arabia, akibat konflikasi penyakitnya, ginjal dan jantung. Berbulan-bulan Umaru berada di Arab Saudi untuk menjalani perawatan. Tetapi, kemudian pulang ke Nigeria, dan jiwanya tak dapat selamatkan, karena terus mengalami komplikasi.
Goodluck Jonathan mendapatkan dukungan rakyat Selatan dan Barat, yang mayoritas Kristen dan kalangan militer serta Barat. Tentu, Barat ingin membangun hubungan dengan Nigeria, karena negeri ini mempunyai sumber minyak yang besar, sesudah Arab Saudi. Nigeria bukan hanya yang paling kaya sumber minyaknya di Afrika, tetapi Nigeria menjadi negara penghasil terbesar kedua sesuah Arab Saudi.
Belakangan ini konflik terus berlangsung antara kelompok Kristen dan Islam di negeri itu, sebagai akibatnya adanya ketidak adilan, di mana sebagian besar birokrasi dan jaringan militer di Nigeria dikuasai oleh kelompok Kristen, sehingga mayoritas pendudk di Utara, Selatan dan Timur, yang beragama Islam, merasakan adanya ketidakadilan, khususnya dalam penanganan kasus-kasung yang melibatkan kedua kelompok itu.
Sebelumnya, Goodluck Jonathan merupakan sekutu Umaru Yar'Adua dalam Partai PDP (People Democratic Party), yang merupakan partai pemerintah yang berkuasa di negeri itu. Namun, persaingan antara Goodluck dengan Umaru, tak dapat ditutupi. Sampai saat Umaru menderita sakit dan berobt ke Arab Saudi, dan di saat Umaru berada di Saudi itu, Goodluck Jonathan mengambil alih kekuasaan, dan secara resmi jabatan presiden diambil, sesudah Umaru meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.
Langkah-langkah yang akan dilakukan Goodluck Jonathan, adalah melakukan usaha menciptakan stabilitas di negeri itu yang terus menerus dilanda konflik antara Kristen dan Islam, bahkan mantan Presiden Uni Afrika, Kolonel Moamar Qaddafi, mengusulkan agar Nigeria itu dpecah menjadi dua negera, Kristen dan Islam. Tujuannya untuk menghindari konflik,yang tidak pernah berakhir.
Nigeria terus dihadapkan konflik antara kelompok Kristen dan Islam, yang tujuannya untuk menghancurkan negara tersebut, dengan menggunakan kelompok Kristen untuk menghadapi kelompok Islam, yang ingin mengontrol negeri Nigeria.
Barat dengan kelompok pengusaha Yahudi, seperti Goldman Sacht, yang berpusat di New York, berusaha pula menguasai Nigeri terutama mengendalikan penguasanya, dan melalui jaringan politik Kristen, Goldman Sacht misinya ingin menguasai cadangan minyak Nigeria yang berpusat di Delta Niger, yang berada di wilayah Selatan, dan merupakan minyak terbesar kedua sesudah Arab Saudi. (m/cnn)