eramuslim

Kunjungan Dadakan Jenderal AS ke Pakistan, Bahas Situasi Perbatasan

Kepala Staff Gabungan Militer AS Laksamana Mike Mullen melakukan kunjungan dadakan ke Pakistan, Selasa (16/9). Mullen ingin membahas sejumlah serangan yang dilakukan pasukannya di Afghanistan ke wilayah Pakistan, yang membuat Pakistan geram dan mengancam militernya akan menembak pasukan asing yang melintasi perbatasan.

Mullen langsung menuju Ibukota Pakistan, Islamabad setelah menghadiri serah terima jabatan komandan pasukan AS dari Jenderal David H. Petraeus ke Jenderal Ray Odierno, di kota Baghdad Irak. Kunjungannya ke Pakistan kali ini adalah kunjungannya yang kelima kali selama menjabat sebagai kepala staff gabungan militer AS dan akan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Yousaf Raza Gilani dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Ashfaq Pervez Kayani.

Isu yang beredar, kunjungan Mullen ke Pakistan atas permintaan dari Kedubes AS di Pakistan. Mullen diminta secara pribadi menjelaskan langsung tentang aktivitas militer AS di perbatasan pada pemerintah dan militer Pakistan. "Jelas, ada kekhawatiran di Pakistan terkait serangan-serangan pasukan AS dan Kedubes AS memaksanya (Mullen) untuk membicarakan persoalan ini langsung pada pihak Pakistan, " kata sumber dari kalangan pejabat militer AS yang tidak mau disebut namanya.

Hari Selasa kemarin, gubernur North-West Frontier Province Owais Ahmed Ghani dalam wawancara dengan televisi Pakistan membenarkan bahwa pada hari Senin telah terjadi pertempuran kecil antara pasukan Pakistan dan pasukan AS yang mencoba melintasi perbatasan. Insiden ini diperkuat oleh keterangan warga setempat, tapi dibantah oleh militer AS dan Pakistan. Seorang agen intelejen Pakistan mengatakan, yang terjadi adalah sebuah helikopter AS tidak sengaja melewati perbatasan yang memicu pasukan Pakistan melepaskan tembakan ke udara.

Meski demikian, militer Pakistan mengancam akan menindak tegas pasukan asing yang masuk ke wilayah negaranya. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Militer Pakistan Mayor Jenderal Athar Abbas menegaskan bahwa militer Pakistan punya hak untuk menggunakan kekuatan guna melindungi negara dan rakyat Pakistan.

Hubungan Pakistan-AS mulai tegang ketika pasukan AS yang berbasis di Afghanistan melakukan sejumlah operasi militer ke wilayah perbatasan Pakistan, untuk menumpas kelompok Taliban dan al-Qaidah yang diklaim AS banyak bersembunyi di daerah pedalaman Pakistan dekat perbatasan. Serangan-serangan sepihak pasukan AS sudah banyak menimbulkan korban jiwa di pihak warga sipil dan aparat keamanan Pakistan. Pakistan yang selama ini menjadi sekutu dekat AS dalam "perang melawan teror" memprotes keras tindakan pasukan AS yang telah menginjak-injak kedaulatan negara Pakistan

Belakangan terungkap, serangan-serangan pasukan AS ke wilayah Pakistan atas restu dari Presiden AS George W. Bush yang mengizinkan pasukannya melakukan serangan ke Pakistan meski tanpa persetujuannya.

"Situasi ini tidak banyak membantu bagi upaya menegakkan demokrasi, " kata Asif Ali Zardari, presiden Pakistan dalam pertemuannya dengan PM Inggris Gordon Brown, hari Selasa.

Bersamaan dengan kunjungan Kepala Staff Gabungan Militer AS, Mike Mullen, terjadi serangan bom bunuh diri ke sebuah pos keamanan Pakistan di distrik Swat. Serangan itu menewaskan 10 orang dan enam orang cedera. (ln/aljz/NYT/bbc)