eramuslim

Kunjungan Sunyi Gibran di Lokasi Kapal Tenggelam, Disindir Tak Punya Gagasan

Gibran Temui Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya: Yang Sabar Ya Bu

Eramuslim.com - Di tengah sorotan publik soal isu pemakzulan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menuai kritik usai kunjungannya ke lokasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (6/7/2025).

Kehadiran Gibran yang mengenakan kemeja putih bersama pejabat daerah seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tampak formal dan sunyi. Ia menyimak laporan lewat layar, menyapa keluarga korban di posko terpadu, namun enggan memberi satu pun pernyataan kepada media.

Tindakan ini tak luput dari sorotan netizen, termasuk aktivis media sosial Jhon Sitorus, yang menyindir Gibran sebagai pejabat yang "konsisten... dengan keterbatasan pikiran, diksi, dan gagasan."

"Datang, diam, clingak-clinguk, lalu pulang. Jauh-jauh dari Solo cuma begitu?” cuit Jhon di akun X-nya @jhonsitorus_19.

Ia juga mempertanyakan nilai dari kunjungan Gibran yang dinilai hanya seremonial tanpa solusi nyata, apalagi di tengah tragedi yang menyentuh publik luas.

Sementara itu, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno, yang justru menyampaikan perkembangan penting ke media. Ia menjelaskan bahwa kapal KRI Fanildo dikerahkan ke lokasi tenggelamnya kapal untuk membantu operasi pencarian korban.

Di ruang tunggu pelabuhan, Gibran sempat menemui keluarga korban, termasuk seorang ibu bernama Tanti (60), yang kehilangan keponakannya, Gumelar Tidar Tanaka (26).

“Yang sabar ya, Bu. Semua kru sudah terjun. Hari ini penyelam juga turun,” ujar Gibran singkat.

Untuk diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu malam (2/7/2025) saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Bali. Dari 65 penumpang dan awak kapal dalam manifest, 36 orang telah ditemukan, dan sisanya masih dalam pencarian.

Sumber: Fajar.co.id dan CNN Indonesia