eramuslim

Kurangi Arus Pengungsi, Austria Bekukan Visa Schengen Dan Tutup Perbatasan Selatan

peta AustriaEramuslim – Menteri Dalam Negeri Austria, Michael Leitner, menyatakan negaranya akan membekukan sementara Schengen Convention dan menutup wilayah perbatasan selatan bagi para pengungsi mulai pekan depan, dalam rangka mengurangi jumlah pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika.

“Melihat situasi saat ini di wilayah perbatasan Austria-Jerman, kami hanya akan memperbolehkan masuk hanya para pengungsi yang ingin menuju Jerman. Sedangkan mereka yang ingin menuju negara lain maka akan dikembalikan,” ujar Mendagri Michael Leitner kepada wartawan pada hari Sabtu (16/01).

Mendagri Michael Leitner melanjutkan, “Selain pembatasan pengungsi yang masuk, pemerintah juga berencana akan menutup wilayah perbatasan selatan mulai akhir pekan depan.”

Senada dengan Mendagri Michael Leitner, penasehat kepresidenan Austria Werner Faymann mengungkapkan rencana pemerintah Austria yang akan membekukan sementara Schengen Convention untuk mengurangi arus pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika.

Schengen Convention adalah perjanjian yang dibuat oleh sejumlah negara Eropa untuk menghapuskan pengawasan perbatasan di antara mereka. Di dalam perjanjian ini tercakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek (termasuk di dalamnya Visa Schengen), penyelarasan kontrol perbatasan eksternal, dan kerjasama polisi lintas batas.

Tercatat ada 26 negara Eropa, termasuk tiga dari non-anggota Uni Eropa seperti Islandia, Norwegia dan Swiss yang ikut dalam perjanjian yang ditandatangani pada 14 Juni 1985, oleh lima negara yaitu Belgia, Perancis, Jerman, Luksemburg, dan Belanda. (Rassd/Ram)