Liga Arab dan Amerika Latin Galang Front Bersama di KTT G20
Negara-negara Amerika Selatan dan Arab akan menggalang front bersama untuk menghadapi kelompok negara Barat dan Eropa dalam pertemuan tingkat tinggi G20 di London.
Untuk menyatukan suara di pertemuan G20, negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab sudah melakukan pertemuan tingkat tinggi di Doha, Qatar yang berakhir hari Selasa malam. Sementara blok negara-negara Asia Selatan mengungkapkan antusiasmenya untuk menggalang front bersama dengan negara-negara Arab.
Presiden Chile, Michele Bachelet mengatakan bahwa masyarakat Amerika Selatan dan masyarakat Arab harus menggalang kerjasama dan belajar dari kesalahan di masa lalu dalam menghadapi krisis. Hal serupa diungkapkan oleh Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva. Ia mengatakan, dunia sedang memantau apakah negara-negara Amerika Selatan dan negara-negara Arab mampu mengantisipasi krisis finansial yang terjadi saat ini agar tidak meluas menjadi bencana politik dan sosial.
Da Silva berpendapat, pertemuan tingkat tinggi Liga Arab di Doha merupakan kesempatan emas bagi negara-negara dunia ketiga untuk mengajukan berbagai usulan, misalnya usulan agar organisasi-organisasi internasional direformasi.
"Reformasi itu merupakan satu-satunya cara yang harus dilakukan oleh negara-negara yang telah memberikan kontribusi paling besar atas terjadinya krisis finansial, menurunnya kualitas lingkungan hidup, ketidakadilan dalam sistem perdagangan dan ketidakstabilan keamanan," kata Da Silva.
Secara geografis, wilayah Amerika Selatan terpisah jauh dari wilayah Arab. Tapi kedua wilayah ini memiliki kesamaan sebagai sumber minyak dunia. Di jazirah Arab, Saudi menjadi pengekspor utama minyak bumi. Sedangkan di Amerika Selatan, pengekspor utama minyak adalah Venezuela.
Nilai kerjasama perdagangan negara-negara Amerika Selatan dan Arab meningkat tiga kali lipat sekitar 18 milyar dollar, sejak keduanya menggelar pertemuan tingkat tinggi di Brasilia pada tahun 2005.
Arab Saudi menjadi satu-satunya negara Arab yang ikut dalam kelompok G20, bersama Brazil dan Argentina dari kawasan Amerika Selatan. Pertemuan kelompok negara G20 di London kali ini, secara khusus akan membahas upaya mengatasi krisis ekonomi yang terjadi saat ini dan meninjau kembali aturan main dalam industri finansial dunia.
Selain masalah ekonomi, para pemimpin negara G20 akan membahas tentang situasi politik di kawasan, antara lain persoalan buntunya negosiasi damai Israel-Palestina serta surat penangkapan yang dikeluarkan International Criminal Court (ICC) terhadap Presiden Sudan, Omar al-Bashir atas tuduhan kejahatan perang di Darfur.
Pada kesempatan itu, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengkritik ICC yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut. Ia mengatakan, aparat hukum internasional seharusnya lebih dulu menangkap dan mengadili Presiden AS, George W. Bush atas kejahatan perangnya di Irak.
"Surat perintah penangkapan terhadal al-Bashir sangat menggelikan. Mengapa mahkamah internasional tidak lebih dulu menangkap Bush yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan selama delapan tahun di Irak," tukas Chavez. (ln/aby)