eramuslim

Longsor di Kairo, Diduga Masih Ada Korban di Bawah Reruntuhan

Petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap para korban longsoran batu yang menimpa belasa rumah di Kairo. Musibah yang terjadi di sebelah timur kota Duwayqa pada hari Sabtu siang kemarin, menewaskan sedikitnya 31 orang dan menyebakan 47 orang lainnya cedera.

Warga setempat mengatakan, sebuah bangunan berlantai enam di kaki bukit Muqattam, hancur total tertimpa longsoran batu. Sementara kementerian kesehatan Mesir menyatakan, sedikitnya 50 rumah di lokasi kejadian yang terletak di timur kota Kairo itu, tertimbun longsoran. Diduga masih ada korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.

Belum diketahui pasti apa penyebab longsor, namun warga menuding pekerjaan konstruksi di perbukitan yang menyebabkan bencana itu terjadi. Kondisi di lokasi kejadian sungguh mengerikan, batu-batu besar seberat kira-kira 70 ton yang jatuh dari bukit menimpa pemukiman di bawahnya.

"Listrik tiba-tiba padam, kami mendengar bunyi berdebum seperti ada gempa bumi. Waktu itu saya pikir rumah ini akan roboh. Saya segera keluar dan melihat seluruh perbukitan runtuh. Sungguh mengerikan, " kata Hassan Ibrahim, yang lolos dari musibah.

Umi al-Sayed, juga selamat dari musibah itu, namun ia tidak tahu bagaimana dengan nasib anak-anaknya yang berada di dalam rumahnya yang juga tertimpa longsoran. Ia sedang pergi ke pasar dan meninggalkan anak-anaknya yang masih tidur di rumah ketika musibah itu terjadi. Ketika pulang, ia menyaksikan rumahnya sudah tidak ada lagi.

"Tamatlah riwayat saya. Saya kehilangan semua yang saya punya di dunia ini. Di mana mereka semua, apakah masih hidup? Apakah sudah meninggal, " tangis Umi yang cemas terhadap nasib anak-anaknya.

Di tempat kejadian, ratusan orang berkumpul mencari sanak keluarga dan teman-temannya yang kemungkinan menjadi korban musibah itu. Beberapa orang bahkan berusaha menyingkirkan reruntuhan longsor dengan tangan kosong sementara tim penyelamat masih menunggu peralatan berat untuk membersihkan longsor. Tapi sampai tengah malam kemarin, bantuan alat berat belum juga datang. (ln/bbc/iol)