Mahasiswa Diponegoro Diduga Diintimidasi Polisi Saat Ditahan, BEM Tuntut Perlindungan

Eramuslim.com - Ketua BEM Universitas Diponegoro, Aufa Atha Ariq Aoraqi, mengungkapkan bahwa dua mahasiswa, MRS (20) dan RSB (20), yang tengah menjalani masa tahanan di Rutan Kelas I Semarang, mengalami dugaan intimidasi. Keduanya mengaku mendapat tekanan dari seorang anggota kepolisian, Aipda Robig Zaenudin. “Mereka bilang mendapat tekanan keras dari Aipda Robig,” ujar Aufa kepada Tempo, Sabtu, 21 Juni 2025.
Aipda Robig sendiri merupakan tersangka dalam kasus penembakan pelajar SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO pada November 2024. Ia kini tengah menjalani proses hukum dengan tuntutan 15 tahun penjara.
Menyusul pengakuan tersebut, Aufa dan timnya langsung meminta pihak Rutan untuk melakukan tindakan pencegahan. Akhirnya, Rutan memutuskan untuk memindahkan sel kedua mahasiswa tersebut agar tak lagi berada dekat dengan sel tempat Aipda Robig ditahan. “Syukurlah permintaan kami langsung ditindaklanjuti,” ungkap Aufa.
Namun, Aufa menambahkan bahwa MRS dan RSB masih mengalami dampak psikologis akibat perlakuan yang diterima, termasuk saat masa penahanan sebelumnya di Polrestabes Semarang. Saat ditahan di sana, mereka juga sempat mengalami tekanan baik fisik maupun verbal dari tahanan lain hingga tak berani menggunakan toilet. “Mereka sampai harus buang air kecil di botol,” kata Aufa.
Hingga saat ini, pihak kepolisian—termasuk Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto dan Kapolrestabes Semarang Kombes Muhammad Syahduddi—belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan Tempomelalui WhatsApp.
Kedua mahasiswa itu sebelumnya ditangkap pada 13 Mei 2025 atas tuduhan melakukan penyanderaan terhadap anggota polisi dalam aksi demonstrasi Hari Buruh, 1 Mei 2025. Mereka kini dijerat dengan Pasal 333 dan Pasal 170 KUHP. Namun, pihak kepolisian belum secara gamblang mengonfirmasi identitas anggota yang disandera, yang diduga merupakan intel dari Polrestabes Semarang.
Selain MRS dan RSB, sejumlah mahasiswa lainnya juga ditangkap terkait insiden kericuhan saat demo tersebut, di antaranya AS, AD, ANH, MJR, ABD, dan KM.
Sumber: Tempo.co