Mahasiswa Institute Ilmu Politik Paris Kampanyekan Hari Rabu Jadi Hijab Day's Di Perancis
Eramuslim – Seorang mahasiswa Institut Ilmu Politik Paris meluncurkan kampanye menggunakan jilbab di Perancis setiap hari Rabu, sebagai bentuk perlawanan dan upaya mengakhiri prasangka buruk non-Muslim mengenai jilbab.
Dalam kampanyenya, mahasiswa yang tidak mau diungkapkan identitasnya meminta rekan-rekan mereka menggunakan jilbab setiap hari Rabu selama satu hari, sebagai bentuk kebebasan beragama yang dianut Perancis, seperti dilansir majalah Le Point Perancis dalam terbitannya.
Tidak hanya dikampus, kampanye juga dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya, serta tidak terbatas bagi kalangan wanita Muslimah semata.
Pihak penyelenggara berharap bahwa nantinya warga non-Muslim dapat memahami bagaimana perasaan wanita Muslimah ketika mendapat pelecahan karena menjalankan apa yang diyakininya.
Tercatat hingga Rabu (20/04) siang sebanyak 194 wanita siap berpartisipasi dalam Jilbab Day di Perancis yang terinpirasi dari Hari Jilbab Internasional pada 1 Februari.
Perlu diketahui bahwa kampanye ini dilakukan setelah PM Perancis Manuel Valls berencana melarang penggunaan jilbab dilingkungan kampus. Sebelumnya pada tahun 2011 Perancis dibawah Presiden Nicolas Sarkozy Perancis sukses menetapkan pelarangan cadar. (Dostor/Ram)