Mahasiswa Tunisia Berencana Bentuk Gerakan Ala Hizbullah
Sebuah kelompok warga Tunisia, terdiri dari para mahasiswa muda, mengatakan mereka bermaksud untuk membentuk partai politik bergaya Hizbullah Libanon untuk membela hak-hak rakyat terhadap setiap represi yang mungkin terjadi.
Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah revolusi bersejarah menggulingkan mantan presiden negara itu Zine El Abidine Ben Ali.
Jamil Ben Alavi, seorang pemimpin mahasiswa terkemuka, mengatakan ia optimis tentang promosi nilai-nilai Islam di kalangan generasi muda di negara mayoritas Muslim tersebut.
"Contoh progresif Hizbullah di Libanon bisa membawa cahaya dan harapan bagi orang-orang Tunisia," dikutip Fars News Agency atas pernyataan Ben Alavi.
Pernyataan itu datang pada ribuan warga Tunisia secara terbuka telah menyelenggarakan shalat selama beberapa hari terakhirdi masjid-masjid seluruh negeri.
Sementara itu, beberapa saluran TV Tunisia telah kembali menyiarkan kumandang adzan.
Ben Ali telah menerapkan genda anti-Islam yang ketat selama kekuasaannya atas negara Afrika Utara itu.
"Dia (Ben Ali) adalah melarang penyiaran Adzan, melarang sholat Jum'at di masjid selama pemerintahannya," situs bahasa Arab Al-Mofakirat Al-Islam mengatakan dalam sebuah laporan tentang kebebasan beragama di Tunisia.
Dalam upaya untuk meniru negara-negara Barat, Ben Ali menerapkan hukum yang ketat terhadap model pakaian Islami.
Sebagian besar penduduk negara itu adalah Muslim dan berkomitmen untuk nilai-nilai Islam.
23 tahun kediktatoran Ben Ali, telah dirusak oleh pelanggaran hak asasi manusia dan penyiksaan, yang kekuasaannya akhirnya berakhir pada awal bulan ini setelah berminggu-minggu aksi protes jalanan. (fq/prtv)