Mahmoud Abbas Serukan HAMAS Meletakkan Senjata
[caption id="attachment_416422" align="alignnone" width="750"]
Mahmoud Abbas dan Netanyahu.[/caption]
Eramuslim - Presiden Otoritas Palestina yang tidak berkuasa di Gaza, Mahmoud Abbas, menyebut Hamas sebagai “anak-anak jalang”.
Itu dikatakannya ketika mendesak kelompok pejuang kemerdekaan ini meletakkan senjata dan membebaskan tawanan yang tersisa di Gaza.
Abbas berkilah, Hamas memberi Zionis-Israel alasan untuk terus membantai warga Palestina.
Itu dikatakan saat dia berbicara di sidang dewan pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) ke-32 di kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, Abbas secara khusus merujuk pada tawanan warga Amerika Serikat-Israel Adi Alexander.
"Setiap hari ada ratusan kematian. Mengapa? Mereka tidak ingin menyerahkan sandera Amerika," ujar Abbas. "Kalian anak-anak jalang, serahkan apa yang kalian miliki dan keluarkan kami dari ini. Jangan beri Israel alasan. Jangan beri mereka alasan," kecam Abbas.
Abbas menambahkan dialah "orang yang membayar harganya" dan juga "rakyat kami" atas penyanderaan mereka yang terus berlanjut, bukan Zionis-Israel.
Hamas dan kelompok pejuang Palestina lainnya menangkap 251 orang selama serangan mereka pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan.
Dari mereka yang dibawa ke Gaza, 58 orang masih ditahan di sana, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.
Hamas dengan Abbas memang sudah lama tidak akur. Hamas ingin Palestina merdeka dan Zionis-Israel angkat kaki dari Bumi Palestina secara keseluruhan, tanpa kompromi, sedangkan Abbas memilih jalan 'berbaik-baikan' dengan penjajah.
Abbas, dengan Otoritas Palestina-nya menguasai sebagian wilayah Tepi Barat, sedangkan Hamas memerintah Jalur Gaza sejak perpecahan antara keduanya pada tahun 2005.[dy]