eramuslim

Mantan Pejabat CIA: AS di Balik Konflik Georgia-Ossetia

Mantan pejabat senior CIA Bill Christison mengungkapkan bahwa pemerintah AS besar kemungkinan berada di belakang konflik antar Georgia dan Rusia yang berkobar sepekan terakhir ini. Christison mengatakan, Georgia berani menyerang wilayah selatan Ossetia, karena mendapat lampu hijau dari AS.

Hal tersebut diungkapkan Christison menjawb pertanyaan koresponden Press TV-stasiun televisi berita milik Iran-tentang apakah Washington memberikan "restu" atas serangan Georgia ke Ossetia. Menurut analis politik CIA itu, cukup banyak orang-orang di AS yang memberikan dukungan atas konflik Georgia-Ossetia dan menginginkan AS mengubah posisinya di Timur Tengah dan Central Asia.

"Sangat mungkin Washington telah mendorong Georgia untuk menyerang Ossetia Selatan. AS harus menghentikan konflik ini, sehingga tidak melebar ke perang yang lebih besar, " kata Christison.

Untuk mengakhiri konflik, kata Christison, AS harus menghentikan dukungan atas keanggotaan Georgia di NATO. Ia menekankan pentingnya langkah diplomasi untuk mengakhiri konflik itu. Sayangnya, pemerintahan AS tidak mampu untuk mengedepankan langkah diplomasi itu.

Pernyataan Christison bahwa pemerintahan AS berada di balik konflik Georgia-Ossetia cukup beralasan, karena selama konflik, AS dan sekutunya Israel memberikan bantuan pada Georgia. Perlu diketahui, di Georgia terdapat banyak komunitas Yahudi. Sementara Ossetia Selatan-wilayah yang secara de facto merdeka dari Georgia pada tahun 1990-an mendapat bantuan dari Rusia.

Konflik berawal dari serangan Georgia ke Ossetia Selatan. Konflik ini mengakibatkan sekitar 34.000 ribu orang menjadi pengungsi dan sekitar 1.500-kebanyakan warga sipil, tewas. (ln/presstv)