Mantan Supir Pribadi Ceritakan Hari-Hari Saddam Hussein Di Tempat Persembunyian Selama Masa Invasi Irak
Eramuslim – Setelah lebih dari 12 tahun menyimpan rahasia bagaimana mendiang Presiden Irak Saddam Hussein bersembunyi, mantan supir pribadi Presiden Irak ke 5 Alaa Namiq (41 tahun) akhirnya angkat suara menceritakan bagaimana sang presiden bersembunyi sebelum berhasil ditangkap tentara AS.
Lubang laba-laba adalah sebutan sebuah ruang bawah tanah tempat bersembunyinya mendiang Presiden Saddam Hussein sebelum ditangkap pada 13 Desember 2003. Ruang bawah tanah ini dibuat Alaa Namiq bersama saudaranya Qais khusus untuk tempat persembunyian sang mantan presiden.
Ruang bawah tanah ini digali di bawah kebun kurma milik keluarga Alaa Namiq. Selama berada ditempat persembunyian sang presiden Saddam Hussein menghabiskan hari-harinya dengan menulis puisi dan prosa, serta sejumlah pidato untuk menyemangati bawahannya melawan tentara penjajah Amerika Serikat.
Di ruang bawah tanah ini Saddam merekam hasil pidatonya untuk dibagikan kepada para pengikutnya dalam memerangi tentara Amerika yang dibantu milisi Syiah dan Kurdistan Irak.
Alaa Namiq melanjutkan, “Saddam tidak mau menggunakan telepon selama bersembunyi ditempat ini. Dirinya tahu bahwa pembicaraannya lewat saluran komunikasi dapat disadap oleh tentara AS dan melacak tempat persembunyiannya.”
Alaa Namiq menjelaskan bahwa tempat persembunyian sang presiden adalah desa dimana dia dilahirkan, yaitu desa Kira yang berada di kota Tikrit dan ditepian Sungai Eufrat.
Lalu bagaimana tentara Amerika tahu tempat persembunyian mantan Presiden Saddam Hussein? Alaa memperkirakan bahwa rekaman sang presiden untuk menuju ke kota Samarra sebagai kamuflase berhasil dipecahkan oleh tentara militer AS. (Sputnikarabic/Ram)