Manula Terlupakan, Ibu Hamil Tersingkir: Bansos Banyumas Dituding Salah Sasaran

Eramuslim.com - Kisruh penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan publik, kali ini dari Kabupaten Banyumas. Suara keprihatinan datang dari warga RT 03 RW 09, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, yang menyoroti ketimpangan dalam pendataan dan distribusi bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Ironisnya, sejumlah lansia yang sudah tak mampu bekerja justru dihapus dari daftar penerima. “Banyak manula yang hidupnya susah, tapi malah dicoret,” ungkap seorang warga.
Keganjilan makin terasa ketika warga mendapati bahwa justru beberapa individu yang tergolong masih muda, sehat, dan hidup berkecukupan tetap terdaftar sebagai penerima. Bahkan, diduga salah satu penerima adalah pegawai kelurahan setempat. Temuan ini memicu kecurigaan adanya permainan data di tingkat bawah.
Seruan audit dan verifikasi ulang pun mengemuka, agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang tepat—mereka yang paling membutuhkan.
Tak berhenti di situ, keluhan juga datang dari seorang ibu hamil yang merasa diperlakukan tidak adil. Namanya tiba-tiba dicoret dari PKH padahal ia tengah mengandung, belum punya rumah, dan masih mengurus dua anak kecil yang membutuhkan biaya sekolah.
“Saya hamil, belum punya rumah, anak saya masih kecil-kecil. Tapi bantuan malah dihentikan, sedangkan tetangga yang rumahnya bagus, punya sawah dan emas, masih menerima,” keluhnya dalam laporan publik yang dibuat Rabu, 18 Juni 2025.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Banyumas terkait laporan-laporan ini.
Sumber: Tribun Banyumas