eramuslim

Masih Ada yang Belum Pulang: Perpanjangan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Operasi KMP Tunu Diperpanjang, Tim SAR Fokus Pemetaan Bawah Laut

Eramuslim.com - Harapan belum padam. Tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Rabu (9/7) hingga Jumat (11/7). Keputusan ini diambil atas dasar kemanusiaan, menyusul masih adanya korban yang belum ditemukan meski operasi telah memasuki hari ke-7 sejak tragedi terjadi.

Kondisi perairan yang kompleks dan hasil evaluasi harian menjadi pertimbangan utama dalam memperpanjang masa pencarian. Fokus kini diarahkan pada pemetaan bawah laut dan evakuasi lanjutan, di lokasi kapal diduga tenggelam di Selat Bali.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh tim yang terlibat. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Semoga dengan tambahan waktu ini, kita bisa menemukan lebih banyak korban,” ujar Ipuk, Rabu (9/7).

Perubahan strategi pun dilakukan. Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, yang juga bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa pencarian kini dipusatkan pada pencitraan dan penyelaman di bawah permukaan laut.

“Tim hidrografi dan SRU laut kami sedang melakukan pemetaan intensif. Dive plan kami siapkan dengan mengutamakan keselamatan personel,” ungkap Eko.

Teknologi canggih turut dikerahkan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan kapal KN Masalembo yang dilengkapi ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk mendeteksi kondisi bawah laut secara visual. Sementara itu, KRI Pulau Fanildo 732 melanjutkan pemindaian dengan side scan sonar dari sisi selatan ke utara, mengikuti pola arus laut dominan.

Korban terus ditemukan. Hingga hari ketujuh pencarian, total 40 korban berhasil ditemukan: 30 selamat, dan 10 meninggal dunia. Terbaru, dua jenazah laki-laki ditemukan di pesisir Bali, masing-masing di Pantai Pebuahan dan Pantai Pengambengan, Rabu pagi ini.

Jenazah pertama ditemukan pukul 07.00 Wita dengan pakaian celana pendek biru dan kaus hitam, sedangkan jenazah kedua ditemukan satu jam sebelumnya, mengenakan celana pendek hitam tanpa atasan. Keduanya telah dievakuasi ke RS Jembrana sebelum dipindahkan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk proses identifikasi oleh Tim DVI.

Tragedi ini terjadi pada Rabu malam, 2 Juli 2025, pukul 23.35 WIB. KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Kapal membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang, 12 kru, serta 22 unit kendaraan.



Sumber: Metro TV News