Masjid di Spanyol Kembali Mengalami Teror
Eramuslim.com - Sebuah masjid di Spanyol kembali mengalami aksi teror. Beberapa teroris menyerang dan melakukan pengrusakan terhadap sebuah masjid di San Javier, Murcia. Para pelaku diduga kuat membawa bahan peledak dan mencoba menghancurkan bangunan ibadah milik umat Islam setempat. Atas aksi ini warga dan pejabat di wilayah San Javier bersama-sama mengutuk serangan yang terjadi.
Media lokal, La Verdad, melaporkan jika serangan tersebut terjadi dini hari, sekitar pukul 04.00 dini hari, Minggu (18/2).
La Verdad dan juga beberapa media mendapatkan kesaksian seorang warga lokal bernama Francisca Chuecos yang bercerita jika saat kejadian, dirinya yang sedang berada di rumah mendengar sebuah ledakan yang terasa dekat dari rumahnya.
“Saya ini mengalami susah tidur, jadi saya dini hari itu sedang duduk di sana sambil merokok di apartemen saya, tepat di atas tempat ledakan terjadi. Saya mendengar suara keras dan merasakan lantai bergerak,” kata Fransisca, seperti dikutip dari Anadolu Agency, (23/2).
Setelah melihat api dan asap hitam, Francisca kemudian memperingatkan tetangganya dan mengontak polisi, yang datang cukup cepat untuk memadamkan api sebelum melumatkan gedung. Aksi barbar tersebut menyebabkan jendela dan fasad masjid rusak.
Polisi meyakini jika pelaku lebih dari satu. Dari penyelidikan sementara di tempat kejadian, pelaku kedapatan menyemprotkan kata-kata 'death to Islam' dengan cat semprot di jendela bangunan masjid. Sebuah kaleng cat yang dibakar diduga kuat dijadikan alat peledak yang diinginkan pelaku untuk membakar rumah ibadah tersebut. Kejadian ini tentu saja menimbulkan kemarahan warga sekitar dan juga umat Islam.
“Di sini tidak pernah ada masalah antara penduduk Spanyol atau Muslim. Kami hidup rukun dan saling menghormati,” kata Mohamed Mehdi, yang telah tinggal di lingkungan itu selama satu dekade, kepada La Verdad.
Imam masjid, Brahim Roubi, setuju dengan pendapat Mehdi, seraya menambahkan bahwa komunitasnya selalu ramah dan menerima komunitas Muslim.[em]