eramuslim

Menag Nasaruddin Umar ke 1.000 Dai: Jangan Kejar Popularitas, Jangan Anti Kritik, dan Perbanyak Ibadah!

eramuslim.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para penceramah agama, baik dai maupun daiyah, agar tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan utama dalam berdakwah.

Pesan ini disampaikannya langsung kepada 1.000 dai dan daiyah yang akan dikirim ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta wilayah khusus, termasuk imam diaspora Indonesia di Jerman, Australia, dan Selandia Baru, untuk menjalankan dakwah selama Ramadan 1446 H.

"Jangan mencari popularitas di tempat tugas," pesan Menag saat memberikan sambutan dalam Ceremony Pembekalan dan Pelepasan Dai ke Wilayah 3T, Wilayah Khusus, dan Imam Diaspora Indonesia di Luar Negeri Tahun 2025, sebagaimana disiarkan melalui YouTube pada Jumat (28/2/2025).

Selain itu, ia juga berpesan agar para dai dan daiyah tidak mudah terbuai oleh pujian dan tidak menolak kritik.

"Orang yang puas dengan pujian sudah selesai, tetapi mereka yang terus dikritik akan berkembang. Orang yang senang menerima kritik dan berterima kasih kepada yang mengkritiknya adalah orang besar. Tidurnya nyenyak, makannya enak, tidak ada dendam yang bermalam," ujarnya.

Nasaruddin juga menyampaikan tiga pesan penting lainnya kepada para dai, yaitu menjaga wudu, mendoakan orang tua, dan memperbanyak ibadah sunnah. Menurutnya, air wudu memiliki makna spiritual yang mendalam.

"Setiap tetes air wudu itu, bertengger sejumlah malaikat yang menghapus dosa-dosa," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam pandangan batin, air wudu terlihat lebih hitam daripada tinta.

"Di mata orang awam, air itu bening. Namun, bagi mereka yang dekat dengan Allah, bekas air wudu tampak hitam seperti tinta. Semakin sering berwudu, semakin banyak dosa yang terkikis," ungkapnya.

Menag juga mengingatkan agar para dai tidak melupakan orang tua dalam doa mereka.

"Ananda semua, tolong doakan orang tua. Anda tidak akan menjadi seperti ini tanpa mereka. (Jangan sampai) Sibuk memimpin doa untuk orang lain, tetapi lupa mendoakan orang tua sendiri. Ziarahi makam ibu dan bapak. Cium, jangan hanya tangannya, tapi juga kakinya," pesannya.

Sebagai penutup, ia menganjurkan para dai untuk membaca surah Al-Kahfi, Yasin, Ar-Rahman, dan Al-Mulk, serta menjalankan salat sunnah, termasuk salat tasbih di tengah malam.

"Kurangi tidur. Ramadan adalah bulannya Allah. Mudah-mudahan kita tidak hanya membersihkan orang lain, tetapi juga dibersihkan dari karat-karat dosa masa lampau yang pernah kita lakukan," imbaunya.

(Sumber: Fajar)