Mengapa Upaya Damai Ukraina Gagal?

Eramuslim.com - Upaya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang kembali digelar di Istanbul bulan ini lagi-lagi gagal membawa harapan gencatan senjata. Satu-satunya hasil hanya kesepakatan kecil soal pertukaran tahanan. Ini menunjukkan satu hal penting: kerangka negosiasi yang sekarang tidak bekerja.
Sementara itu, pertempuran terus memanas di kedua belah pihak. Dalam situasi seperti ini, diplomasi jadi makin sulit. Banyak yang mulai membandingkan konflik ini dengan kondisi di Korea yang hanya berhenti pada gencatan senjata tanpa solusi damai. Jika ini terjadi di Ukraina, perpecahan bisa makin dalam dan dendam akan tumbuh tanpa henti.
Masalahnya bukan cuma soal teknis atau politik. Banyak negosiator saat ini terlalu fokus pada tawar-menawar, seperti menambah atau mengurangi tuntutan, seolah konflik ini hanya soal perhitungan untung-rugi. Padahal, perang ini sangat personal — menyangkut trauma, identitas, rasa kehilangan, dan keadilan.
Kesuksesan perdamaian bergantung pada siapa yang memimpin dan bagaimana cara mereka memfasilitasinya. Amerika Serikat bisa jadi pemimpin penting, tapi komentar-komentar provokatif dari kubu Trump hanya memperkeruh situasi.
Dunia internasional, terutama AS, PBB, dan Uni Eropa, didesak untuk bertindak lebih tegas dan terkoordinasi, sebelum perang ini makin tak terkendali.
Sumber: Aljazeera