Mengenal Ole Romeny: Dari Nasi Goreng Nenek hingga Mimpi Bawa Indonesia ke Piala Dunia
\
Eramuslim.com - Ole Romeny, penyerang tim nasional Indonesia yang kini memperkuat klub Oxford United, memiliki mimpi besar: membawa Merah Putih ke Piala Dunia 2026. Pemain kelahiran Belanda itu resmi menjadi WNI pada Februari 2025 dan telah mencetak tiga gol penting dalam perjalanan timnas di Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Dalam wawancara khusus bersama BBC News Indonesia di Bandung, Romeny menceritakan kisah pribadinya—dari kecintaannya pada Indonesia, hubungannya dengan sang nenek asal Medan, hingga kedekatannya dengan Marcelino Ferdinan, rekan setim di Oxford.
“Bermain untuk Indonesia adalah kehormatan besar. Nenek saya sangat bangga jadi orang Indonesia. Saya ingin membuatnya bangga,” ucap Romeny.
Romeny mengenang momen masa kecilnya dengan sang nenek yang sering memasak nasi goreng, makanan favoritnya hingga kini. Dari kenangan itu, ia merasa memiliki ikatan batin dengan Indonesia yang semakin kuat.
Kini, meski datang ke Indonesia sebagai pemain Oxford United dalam ajang Piala Presiden 2025, Romeny tetap mendapat sambutan hangat dari publik. Ia mengaku sempat terharu saat kembali menginjak Stadion Gelora Bung Karno, tempat ia sebelumnya tampil bersama timnas.
Soal impiannya, Romeny menegaskan bahwa lolos ke Piala Dunia adalah target terbesar. Ia juga menyebut sejumlah pemain muda Indonesia yang punya potensi bermain di Eropa, seperti Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri.
Di lapangan, ia nyaman bermain sebagai penyerang yang bebas bergerak—kiri, kanan, maupun tengah. Ia pun menjelaskan makna selebrasi khasnya dengan tangan di bawah dagu: simbol untuk tetap tegak dan percaya diri dalam menghadapi tantangan.
Sebagai pemain, Romeny mengidolakan Neymar karena sentuhan magis dan kebahagiaan yang ditunjukkan di lapangan. Ia pun menekankan bahwa yang paling ia kagumi dari Indonesia adalah semangat dan ketulusan masyarakatnya, terutama anak-anak yang bermain bola dengan penuh antusiasme, meski dengan keterbatasan fasilitas.
“Indonesia punya banyak talenta. Tapi mereka butuh lapangan dan tempat bermain yang layak. Itu langkah penting untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Sumber: BBC Indonesia