Menhan Inggris: Durasi Perang Libya Tidak Bisa Diprediksi

Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi durasi (lamanya) perang di Libya, yang telah berjalan hampir empat bulan setelah intervensi militer Barat di negara Afrika Utara tersebut.
"Kami bisa dan memiliki rencana untuk operasi seperti yang telah kami lakukan, tetapi tidak ada yang bisa memprediksi berapa lama intervensi militer ke Libya berlangsung," dikutip oleh Telegraph atas pernyataan Fox yang mengatakan pada Rabu kemarin (13/7).
NATO telah memperpanjang kampanye militer di Libya sampai September, namun Fox mengatakan tidak ada jaminan bahwa penguasa Libya Muammar Gaddafi akan berhasil digulingkan pada saat itu.
Fox berbicara kepada majelis tinggi-perwira dari Royal Air Force (RAF) di Royal United Services Institute.
Menteri pertahanan Inggris terebut menambahkan bahwa Inggris akan melanjutkan misi di Libya selama dibutuhkan, walaupun mempertahankan tempo untuk tidak meningkatkan tekanan pada personil dan peralatan.
Bulan lalu, kepala operasi tempur RAF Marsekal Sir Simon Bryant memperingatkan bahwa beban misi udara Inggris di Afghanistan dan Timur Tengah terkena ancaman jika Inggris tidak bisa melanjutkan kampanye di Libya di luar musim panas.
Pernyataan Fox datang pada saat solusi militer terhadap krisis Libya telah tergelincir ke jalan buntu. (fq/prtv)