Menjaga Harga Diri Dari Orang Yang Kita Beri Sedekah
Eramuslim.com - Ada seorang lelaki tua dengan baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah.
Dari bajunya, kelihatan kalau lelaki tua tersebut dari golongan fakir.
Para pengunjung di toko tersebut (yang rata-rata borjuis) melihat aneh kepada lelaki tua itu.
Tetapi tidak dengan pemilik toko.
”Mau cari apa pak?”
tanya pemilik toko ramah.
”Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.., ”
jawabnya ragu.
Pemilik toko:
”Tapi kenapa pak?”
”Saya hanya punya uang 100 ribu. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin,”
ujar lelaki tua itu polos.
”Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari luar negeri. Harganya cuma 20 ribu saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai,”
jawabnya sang pemilik tokok sigap.
Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah.
Ia menyodorkan uang 100 ribu, lalu membawa selimut yang dibelinya pulang.
Seorang teman pemilik toko yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada pemilik toko:
”Tidak salah? Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di tokomu ini. Kemarin kau jual kepadaku 450 ribu. Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu 20 ribu?”
protesnya heran.
Pemilik toko:
”Benar. Memang harga selimut itu 450 ribu, dan aku menjualnya padamu tidak kurang dan tidak lebih. Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia. Sekarang aku berdagang dengan Allah.”
“Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak menginginkan uangnya sedikitpun. Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua tersebut agar dia seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga bisa membuatnya malu,”
lanjut pemilik toko.
“Demi Allah! Aku hanya ingin lelaki tua itu dan keluarganya terhindar dari cuaca musim hujan yang dingin yang sebentar lagi akan datang. Dan aku pun berharap Allah menghindarkanku dan keluargaku dari panasnya api neraka..”,
Saudaraku, sahabatku Sungguh.. diperlukan seni dan trik dalam beramal dan bersedekah agar membuat orang lain tidak merasa malu atau rendah.
Semoga cerita ini menginspirasi buat kita semua, dan mengaplikasikannya di kehidupan kita.
InsyaAllah
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh []
/wa