Menjelang pawai bendera Israel, ratusan orang Yahudi sayap kanan menyerbu Masjid Al-Aqsav

Tindakan provokatif sekelompok orang Yahudi sayap kanan ini tentu dapat memicu kembali konfrontasi antara Israel dan Palestina.
Melansir dari Al Jazeera, Senin 30 Mei 2022, tercatat bahwa Polisi Israel juga menduduki tempat salat di kompleks Masjid Al-Aqsa tersebut pada Minggu 29 Mei 2022 pagi, dan mengepung para jamaah di dalamnya untuk memastikan pawai bendera akan berjalan tanpa hambatan.
Dalam laporan tersebut, juga dikabarkan bahwa Polisi Israel mencegah jurnalis dan fotografer Palestina memasuki masjid al-aqsa, dan mengancam mereka dengan penangkapan jika terbukti nekat.
Polisi Israel mengatakan, setidaknya 18 warga Palestina telah ditangkap dari dalam Kota Tua Yerusalem Timur.
Sementara perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa ratusan orang Yahudi sayap kanan juga menyerang kru ambulans ketika mereka mencoba menolong orang yang terluka di lingkungan Al-Wad.
Sebagai informasi, bahwa Ibadah Yahudi memang tidak diizinkan di kompleks masjid al-aqsa oleh Otoritas Israel, dan juga dilarang oleh Kepala Rabbinat Israel.
Namun, beberapa orang Yahudi sayap kanan percaya bahwa mereka harus diizinkan untuk berdoa, sebagai upaya membalikkan status quo mereka yang rapuh.
Sementara warga Palestina jelas khawatir kedaulatan mereka atas kompleks itu terkikis di tengah seruan sayap kanan Israel agar masjid al-aqsa dan Kubah Batu diganti dengan kuil Yahudi.
Dalam sebuah video yang beredar di Twitter, tampak jelas pasukan Israel menyegel pintu ruangan khusus salat, Al-Qibli. Laporan dari media Palestina 'Al Qastal' mengafirmasi hal ini dengan mengatakan bahwa Polisi Israel berusaha untuk menahan orang-orang Palestina di dalam.
Sementara seorang juru bicara Polisi Israel, mengatakan bahwa sekelompok kecil orang Palestina mencoba membela diri mereka di dalam masjid, dengan melemparkan batu ke arah petugas kepolisian yang berada di luar masjid. (HOPS)