Mentan Amran Curigai Ada Mafia Pangan yang Sengaja Ciptakan Kesan Kelangkaan Beras

Eramuslim.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap adanya dugaan manipulasi data stok beras oleh oknum yang ingin membentuk opini publik bahwa Indonesia tengah mengalami kelangkaan beras. Ia menilai tindakan ini merupakan upaya dari kelompok tertentu—yang diduga mafia pangan—untuk menciptakan kesan menyesatkan, padahal persediaan beras nasional saat ini justru melimpah.
"Kasus ini sedang ditangani oleh Satgas Pangan. Kami minta agar tidak ada yang mempermainkan nasib petani dan masyarakat," ujar Amran saat menghadiri penyembelihan hewan kurban Iduladha 1446 H di Makassar, Sulawesi Selatan, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 10 Juni 2025.
Berdasarkan informasi internal yang ia terima, Amran mengatakan ada pihak-pihak yang sengaja menggiring opini seolah-olah stok beras menipis, padahal kenyataannya sebaliknya. "Sekarang stok beras kita banyak. Tapi ada yang coba-coba mainkan data agar terlihat seakan-akan beras kurang, padahal justru lebih dari cukup," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog kini telah mencapai lebih dari 4 juta ton—angka tertinggi dalam 57 tahun terakhir. "Ini rekor. Terakhir kali kita punya cadangan sebesar ini hanya 3 juta ton pada tahun 1984," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Dengan cadangan beras sebesar itu, Amran optimistis bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor beras di tahun 2025. Ia juga berharap target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun bisa dipercepat menjadi tiga tahun. "Awalnya Presiden menargetkan swasembada empat tahun, sekarang bisa tiga. Mudah-mudahan tahun ini kita tidak impor," pungkasnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, turut memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden itu terjadi pada periode sebelumnya.
“Pernyataan Pak Menteri dalam video tersebut merujuk pada pengalaman beliau di masa lalu, saat menjabat sebagai Menteri Pertanian,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 April 2025. Video yang dimaksud Arief yakni pidato Amran dalam wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis, 10 April 2025.
Arief menjelaskan bahwa Amran menganggap teguran tersebut sebagai bentuk masukan yang membangun dan menjadi pengingat untuk bertindak lebih hati-hati dan bijaksana dalam membuat kebijakan strategis, terutama yang berkaitan dengan sektor pangan nasional.
Menurut Arief, melalui kisah tersebut Amran ingin menekankan bahwa dengan dukungan penuh dari Presiden dan Wakil Presiden, ia tidak ragu untuk mengambil tindakan demi melindungi petani dan menjaga kepentingan bangsa. Ia menegaskan bahwa Amran tetap memegang teguh prinsip keberpihakan terhadap petani dan bersedia menghadapi berbagai risiko dalam mengungkap praktik mafia pangan.
Sementara itu, mengenai identitas pihak-pihak yang dituding mencoba mengganggu program ketahanan dan swasembada pangan, Amran belum bersedia mengungkapkan secara rinci siapa saja mereka.
"Seandainya stok kita kurang, pasti jawabannya impor. Padahal bisa saja stok kita tidak kurang. Akhirnya kalau impor, petani yang terpukul dan mereka tidak berproduksi terus menerus. Jadi, jangan membuat lemah petani kita," katanya, menegaskan.
Jika stok beras memang melimpah, mengapa harga di pasar masih tinggi? Mengapa program bantuan pangan terus dijadikan alasan untuk impor di tahun-tahun sebelumnya? Dan mengapa persoalan "mafia pangan" terus diulang setiap pemerintahan tanpa pernah benar-benar terungkap siapa aktor utamanya? Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan narasi tentang “stok aman” dan “mafia” tanpa tindakan nyata dan sistematis. Jika negara tidak mampu menertibkan rantai distribusi beras secara adil, maka yang dikorbankan tetap sama: petani yang dirugikan, dan rakyat kecil yang harus membeli mahal. Saatnya berhenti menyalahkan pihak misterius, dan mulai membereskan masalah dengan sistem yang transparan dan akuntabel.
Sumber: Kompas.com dan Tempo.co