eramuslim

Menteri Israel Beri Ultimatum ke Hamas, Ancam Israel Akan Buka Gerbang Neraka Jika Tidak Tinggalkan Gaza

eramuslim.com - Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menegaskan bahwa Hamas harus menyerahkan senjata dan meninggalkan Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya pada Senin (17/2/2025), Smotrich mengatakan akan meminta dukungan kabinet atas gagasan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan ultimatum kepada Hamas:

  1. Segera bebaskan semua sandera
  2. Tinggalkan Jalur Gaza dan pergi ke negara lain
  3. Menyerahkan semua senjata

"Jika Hamas menolak ultimatum ini, Israel akan membuka gerbang neraka," kata Smotrich, mengutip pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti dilaporkan CNA.

Smotrich adalah penentang keras gencatan senjata. Ia mengancam akan keluar dari koalisi Netanyahu jika perang tidak dilanjutkan setelah tahap pertama gencatan senjata.

Sementara itu, kabinet keamanan Israel telah mengadakan pertemuan pada Senin malam untuk membahas fase berikutnya dari gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 19 Januari.

Trump sebelumnya mengusulkan relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza ke negara lain seperti Mesir dan Yordania agar Israel bisa mengambil alih wilayah tersebut.

Usulan ini memicu kemarahan internasional, tetapi Smotrich justru mendukungnya.

Menurutnya, Israel harus melakukan "penaklukan total" atas Jalur Gaza. Ia menyerukan langkah-langkah agresif, termasuk:

  • Merebut 10 persen wilayah Gaza sejak hari pertama pertempuran dilanjutkan
  • Menetapkan kedaulatan penuh Israel di wilayah tersebut
  • Menghentikan seluruh bantuan kemanusiaan ke Gaza
  •  Melarang warga Gaza yang pergi untuk kembali

"Mereka atau kita. Entah kita menghancurkan Hamas, atau Hamas menghancurkan kita," ujar Smotrich.

"Kehilangan wilayah adalah satu-satunya harga mahal yang dipahami musuh kami — satu-satunya hal yang akan membuat mereka menyadari bahwa kami serius," ujar Smotrich.

(Sumber selengkapnya: Liputan6)