Mesir Kerja Keras Bebaskan 11 Turis Asing yang Diculik
Nasib 11 turis Eropa yang diculik sekelompok orang di Mesir masih belum jelas. Pemerintah Mesir menyatakan masih berusaha membebaskan 11 turis itu, setelah sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Gheit dari New York mengatakan bahwa seluruh korban penculikan, termasuk diantaranya delapan warga negara Mesir sudah dibebaskan dan semuanya selamat.
Sumber di keamanan Mesir mengatakan, para penculik rombongan yang berjumlah 19 orang itu menuntut uang tebusan sebesar 8,8 juta dollar AS. Tidak ada tanda-tanda kelompok Islamis terlibat dalam penculikan itu.
Sementara Menteri Pariwisata Mesir Zoheir Garrana mengatakan, rombongan yang terdiri dari lima warga negara Italia, lima warga Jerman, seorang Rumania dan delapan warga Mesir terdiri dari pemandu wisata dan sopir diculik dibawah ancaman senjata oleh sekelompok penjahat, dan sekarang sudah dibawa ke luar perbatasan Mesir. Rombongan itu diculik ketika sedang bersafari di Gurun el-Kabir yang berbatasan dengan Sudan.
Menurut kantor berita Mesir, MENA, Aparat berwenang di Mesir baru mengetahui peristiwa penculikan itu setelah pemilik biro perjalanan-yang berada dalam rombongan yang diculik-menggunakan telepon satelit untuk menghubungi istrinya yang orang Jerman. Pada sang istri ia mengatakan telah diculik oleh lima laki-laki yang mengenakan penutup muka dan para penculiknya yang berbahasa Inggris dengan aksen Afrika telah membawa mereka ke dekat perbatasan Sudan serta meminta uang tebusan.
Tapi pihak berwenang di Sudan mengatakan belum menerima informasi tentang adanya korban penculikan yang dibawa ke wilayah negaranya.
Kasus penculikan terhadap warga negara asing termasuk jarang terjadi di Mesir. Peristiwa penawanan turis asing pernah terjadi tahun 2001, ketika seorang Mesir bersenjata menawan empat turis Jerman selama tiga hari di Luxor. Pelakunya meminta istrinya membawa pulang dua anaknya yang saat itu berada di Jerman. Aksi penawanan berakhir, ketika empat turis Jerman itu dibebaskan. (ln/arb)