MPLS Bareng TNI, Disiplin atau Militerisasi Sekolah?
Eramuslim.com - Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menanggapi kritik soal keterlibatan prajurit TNI dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di sekolah dilakukan atas permintaan pemerintah daerah dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang tugas TNI dalam menjaga stabilitas nasional.
Pelibatan TNI dalam MPLS di SMA, SMK, dan SLB wilayah Jawa Barat merupakan kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi. Menurut Kristomei, kehadiran prajurit bukan untuk menanamkan militerisme, tetapi untuk membentuk kedisiplinan siswa sejak dini melalui kegiatan seperti bangun pagi, ibadah subuh, dan senam.
Meski demikian, kritik bermunculan. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menilai langkah ini menunjukkan kurangnya kepercayaan terhadap para guru. Ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter dan budi pekerti seharusnya menjadi tanggung jawab pendidik, bukan aparat bersenjata.
Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran aparat bersenjata di lingkungan sekolah bisa berdampak pada kondisi psikologis siswa. Menurutnya, pendidikan seharusnya bebas dari pendekatan militeristik dan berbasis pada rasa aman dan pendekatan pedagogis.
Sumber: tempo.co