eramuslim

Muannas Sebut Isu Pagar Laut PIK 2 Hanya Gorengan Pendukung Anies dan Said Didu

eramuslim.com - Muannas Alaidid, konsultan hukum proyek pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Proyek Strategis Nasional (PSN), menilai bahwa isu pagar laut merupakan bagian dari politisasi yang dilakukan oleh kelompok anti-Jokowi.

Menurut Muannas, polemik ini sengaja dimanfaatkan oleh pendukung Anies Baswedan serta Muhammad Said Didu beserta simpatisannya untuk membangun narasi tertentu.

"Dimotori pendukung Anies, Said Didu, dan buzzernya, fakta tanah rakyat yang terabrasi diframing sebagai sertifikat laut," ujar Muannas melalui akun X @muannas_alaidid pada 30 Januari 2025.

Ia menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial telah menyesatkan opini publik.

"Kebohongan yang diulang-ulang di medsos inilah cara yang mereka lakukan berulang-ulang," cetusnya.

"Harapannya agar nanti dianggap sebagai kebenaran, benar seolah ada laut disertifikat," tambahnya.

Muannas berpendapat bahwa negara seharusnya hadir untuk membantu masyarakat terdampak, bukan malah dijadikan alat untuk menyerang pemerintahan Jokowi.

"Justru negara harusnya bantu hadir dan beri kompensasi ke rakyat," sebutnya.

Ia juga menilai bahwa isu ini sengaja dimainkan untuk memperkeruh hubungan antara Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Semua framing politik dilakukan untuk mengadu domba hubungan antara Prabowo dan Jokowi," kata Muannas.

Menurutnya, pihak anti-Jokowi menggunakan isu ini untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi karena sertifikat tersebut diterbitkan pada masanya.

"Padahal surat girik-girik kepemilikan tambak itu sudah dipegang rakyat puluhan tahun lalu di masa Soeharto," tandasnya.

Muannas pun mengimbau masyarakat agar tetap berpegang pada kebenaran dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

"Tetaplah sampaikan kebeneran walau pahit, sebab yang haq adalah haq," pungkasnya.

(Sumber selengkapnya: Fajar)