free hit counters
 

Para Pemimpin Tidur

Al Furqan – Selasa, 16 Ramadhan 1437 H / 21 Juni 2016 14:29 WIB

Dunia Islam harus menyadari, baik pemimpin dan masyarakatnya akan fakta-fakta berikut ini :

Pemimpin Amerika sekarang ini bukan memimpin untuk kemaslahatan negerinya… Politik Amerika sekarang tidaklah digariskan oleh undang-undang Gedung Putih…Sesunggunhya yang memimpin Amerika hari ini adalah kelompok Yahudi-Zionis yang semakin besar di Amerika dengan menggunakan cover kristiani. Yang mengendalikan Gedung Putih ialah undang-undang yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama.

Adapun target utama yang tidak bisa dinegosiasikan dan ditawar ialah memusnahkan Islam dengan cara menghancurkan kaum Muslimin di mana saja mereka berada, apapun kondisi mereka, kendati mereka bagaikan Malaikat Rahmah yang berjalan di atas bumi dengan tenang.

Kata baru yang dihembuskan ke telinga kita yang belum terbiasa mendengarkannya, yaitu  Terorisme, adalah senjata pemusnah Amerika yang sangat fleksibel digunakan untuk memakan korban orang-orang yang tak bersalah di seantero dunia ini. Senjata tersebut telah berhasil membunuh kaum Muslimin yang tak bersalah yang tidak bisa dicelakakan sebelumnya oleh senjata apapun.

Jika Anda mendengar mereka (Amerika) mengucapkan kata “Teroris”, ketahuilah bahwa terjemahannya tak lain adalah aktivis Muslim yang aktif yang harus dicurigai. Jika Anda mendengar mereka (Amerika) berkata “Terorisme”, maka ketahuilah terjemahannya tidak lain kecuali generasi Islam yang tidak tidur menjaga kemaslahatan negeri mereka, atau yang bekerja keras untuk mengembalikan hak-hak umat mereka.

Itulah keputusan yang diambil beberapa tahun lalu dalam gua tersembunyi dan gelap gulita, dengan penghinaan yang luar biasa terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta pelecehan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan.

Saatnya masyarakat Muslim dunia mencari gua tempat tidur dan sembunyi para pemimpin mereka serta para pemimpin Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan membangunkan mereka dari tidur nyenyak, membebaskan mereka dari rasa ngantuk yang sangat berat itu agar mereka mau membuka mata untuk melihat keputusan yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Protestan Yahudi atas nama “Perjanjian Lama”, terkait hak Islam dan kaum Muslimin. Teks keputusan itu terkait dengan penghapusan Al-Qur’an. Benar, untuk menghapus Al-Qur’an dan membersihkan bumi (negeri) Islam dari Al-Qur’an dan semua kaum Mukmin serta memberikannya (negeri-negeri Islam) itu kepada Bani Israel dengan harga yang sangat murah.

Itulah keputusan yang dikeluarkan para petinggi Taurat / Perjanjian Lama di Amerika dan para pelayan dan budak-budak Yahudi di Gedung Putih telah berjanji untuk menjalankan keputusan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Nah, apa pula gerangan keputusan yang akan dikeluarkan oleh Dunia Islam melalui para pemimpinnya dan melalui OKI, atau melalui lembaga apa saja yang ada di Dunia Islam?

Wahai para pemimpin yang sedang nyenyak tidur di dalam gua! Mengapa kalian tidak menggali gua yang lebih dalam lagi untuk kalian bisa tidur lebih nyenyak lagi agar terbuka peluang lebar-lebar bagi orang-orang yang masih hidup? Orang-orang mulia dan terhormat di kalangan masyarakat kalian yang darah mereka mendidih di mana mereka merindukan hari kematian di jalan Allah?

Mereka telah menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan telah berbai’ah (sumpah setia) kepada Allah, sementara kalian menjadikan diplomasi untuk hiasan lisan… Mereka telah menjadikan ubudiyah yang jujur dan takut pada Allah, sementara kalian menjadikan kata-kata hampa dan kosong yang tidak bisa diterima oleh moralitas dan hati.. Bersamaan dengan itu, kalian tidak pula mau kecuali tetap hidup di atas jasad umat kalian yang terluka menganga itu….

Wahai para pemimpin yang kerdil…Jika kalian tetap tidak memiliki rasa ghirah (cemburu) atas kemuliaan yang dinjak-injak dan hak-hak yang dicabik-cabik oleh kebijakan Amerika itu, maka paling tidak kalian harus punya rasa kasihan terhadap umat kalian yang dengan mereka kalian sampai ke kursi kekuasaan itu… Sebenarnya kalian sanggup mengobati luka umat ini dengan salah satu dari dua cara :

Dengan taubat nashuha (yang sungguh-sungguh) ikhlas karena Allah dan kemudian kembali berlindung kepada syari’at dan agama-Nya.

Atau berlapang dada pada umat dan masyarakat kalian dan membuka jalan lebar-lebar pada mereka agar mereka dapat kesempatan menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai agar dengannya mereka dapat meniti jalan menuju ketinggian kemuliaan dan kepahlawanan..

Jika kalian tetap tidak mau bertaubat pada Allah dan berdamai dengan-Nya, tidak mau melirik dan mengasihani umat ini demi menyembunyikan kepala kalian dari para pembunuh dan perampas hak-hak kalian dan para perampok kekayaan ekonomi negeri kalian, maka lebih baik kalian mencari tempat tidur di dalam bumi, dari pada kalian mati tercabik-cabik di atasnya. Yang demikian itu lebih baik agar lingkungan tidak dikotori oleh bau busuk dan bangkai-bangkai para pemimpin…

Nasehat Ulama Terbaru

blog comments powered by Disqus