free hit counters
 

Jangan Mengklaim Kelompok Mereka Saja Yang Masuk Surga, Ini Pangkal Perpecahan

Redaksi – Selasa, 17 Muharram 1438 H / 18 Oktober 2016 13:30 WIB

1 download (4)Di antara rintangan yang dihadapi oleh gerakan islam modern adalah pengelompokan dan perpecahan, yang dapat kita saksikan secara jelas di antara beberapa bagian gerakan islam saat ini.

Perpecahan terjadi bila setiap jamaah memandang bahwa hanya dirinya satu satunya jamaah kaum muslimin dan bukan salah satu jamaah dari kaum muslimin. Bahwa seluruh yang haq ada padanya, sedangkan jamaah yang lain tidak lebih dari kesesatan, bahwa untuk masuk ke surga dan terhindar dari api neraka adalah dengan bergabung ke dalam jamaahnya. Seakan akan jamaah inilah satu satunya kelompok yang berhasil, sedangkan jamaah yang lain rusak semua.

Sekalipun di antara mereka tidak mengatakan secara lisan, namun mereka berkata dengan bahasa keadaan. Kondisi inilah yang sering dikeluhkan oleh para pengikut setia pergerakan yang ikhlas serta memiliki semangat yang kuat untuk menyukseskan amal islami dan meluruskan jalannya.

Saya berkeyakinan antar jamaah hanya bisa dilakukan upaya pendekatan (taqaarub) , saya mengatakan “Taqaarub” (pendekatan) dan bukan “Wahdatun” (persatuan), karena saya tidak dapat memungkiri banyaknya jumlah jamaah yang berperan aktif untuk Islam. Saya juga tidak terlalu menginginkan jamaah jamaah itu tergabung menjadi satu jamaah dibawah satu kepemimpinan. Sekalipun itu angan angan yang sangat indah, akan tetapi tanpa upaya mewujudkannya, sungguh suatu hal yang sangat sulit dan tidak mudah digapai, kecuali jika manusia berubah menjadi para malaikat .

Coba bayangkan jika semua jamaah saling mengerjakan tugasnya masing masing, dan masing masing jamaah melakukan pendekatan terhadap jamaah yang lainnya..Indah…sangat indah

Coba bayangkan, Bila jamaah pertama, me-spesialkan diri dalam bidang pembebasan akidah dari berbagai penyimpangan dan kesyirikan, serta menjelaskan akidah kaum muslimin yang benar sesuai dengan ajaran Al Quran dan As Sunnah.

Jamaah kedua, me-spesialkan aktif dalam mengoreksi ibadah, dan mensucikannya dari berbagai bid’ah dan cacat serta menanamkan masyarakat pada agamanya.

Jamaah yang ketiga, memelihara keselamatan wanita dan keluarga, menyerukan mereka memakai hijab yang ditetapkan syariat.

Jamaah keempat, memiliki kepedulian dalam pendidikan dan kerja sosial.

Jamaah kelima, berkonsentrasi dalam perjuangan menentang kezaliman, nahi munkar dan sebagainya.

Besar kemungkinan kesemua jamaah tersebut dapat saling bekerja sama dengan melibatkan masyarakat.

Ya sangat indah, bila kesemua gerakan Islam saling mendekati satu sama lainnya dan berkoordinasi dalam amal Islami.

Bagimana bila mereka melakukan persatuan gerakan di bawah satu koordinasi kepemimpinan? kadang inilah yang menjadi penyakit baru. yaitu pengelompokkan /munculnya pembentukkan kelompok baru. Terkadang salah satu penyebab terjadinya pengelompokkan ini adalah keinginan yang sangat tinggi untuk bersatu. Bila salah satu jamaah berupaya keras melaksanakan berbagai metode perubahan dalam amaliah harokah berdasarkan asasnya, maka ia dituduh mendominasi gerakan dan berarti mereka dipaksa mengundurkan diri atau keluar dari barisan, atau dituduh sebagai penyebab terpecahnya persatuan dan berbagai tuduhan lainnya, yang kesemuanya itu tidak akan membuat gerakan semakin tertib kecuali akan membuat kelompok kelompok baru yang semakin banyak, sementara hati hati para aktifisnya  pun akan semakin jauh.  DR Yusuf Qaradhawy (HK)

loading...

Nasehat Ulama Terbaru

blog comments powered by Disqus