free hit counters
 

Jangan Menjadi Ulama Lembek dan Pandangan Patuh Kepada Penguasa Zholim

Dahan dahan pepohonan yang pendek tidak akan dapat menjulang tinggi, kecuali dahan dahan itu akan sangat tergantung kepada benih benihnya.

Manusia, akan mencapai kemuliaan dalam hidup apabila selalu mencurahkan waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, mendekatkan diri kepadaNya dan berdoa meminta kebaikan dariNya.

Sikap atau perilaku seperti di atas akan dapat dilakukan manusia bila ia memahami dengan penuh kesadaran akan kemampuan dirinya sendiri dan kemampuan orang lain dalam kapasitasnya sebagai sama sama manusia.

Apakah yang bisa diharapkan oleh seseorang yang miskin dari orang yang juga miskin seperti dirinya? Apakah yang dapat di manfaatkan oleh seseorang yang lemah dari orang yang lemah seperti dirinya?

Karena itu, jalan satu satunya yang paling selamat, adalah jika manusia itu tidak berhenti memohon kekuatan dan kemampuan kepada Allah Swt. Sebab, memohon dan mengandalkan pertolongan hanya dari sesama manusia yang lemah adalah tindakan bodoh yang patut segera ditinggalkan. Bila demikian halnya, maka benar apa yang dikatakan syair di bawah ini :

Aku memiliki iman yang teguh kepada Allah , apakah manfaat keimanan yang teguh bagimu?

Dengan iman, aku mendapat kekuatan dan tak merasa letih…

Aku tidak pernah mengeluh putus asa di tengah jalan…

Aku tidak takut dengan bahaya yang diancamkan oleh musush…

Dan aku tidak mengharapkan pertolongan dari kawan.



Anehnya, sifat ketergantungan seseorang kepada sesama hamba Allah banyak sekali yang bercokol di hati para manusia sehingga hati tersebut rusak dibuatnya.

Lihat misalnya, seorang ulama besar, kepada para pemimpin korup, berbicara dengan suara rendah dan pandangan mata patuh. Padahal, ulama itu dapat saja memekik lantang bak suara petir. Tapi, ia hanya berbisik, bahkan pada saat lain ia terdiam. Sebab , akar ketamakan telah bertumbuh dalam dirinya, sehingga membuat dirinya membuatnya berperilaku hina.

Lantaran yang dipandangnya adalah harta benda yang dimiliki seseorang pemimpin itu dengan harapan serta pangkat dan posisi bisa diraih, maka ulama tersebut menjadi lembek, tunduk dan gemetar takut. Namun, jika saja tidak menghiraukan pemberian dari sesama makhluk, sebaliknya merasa nyaman dengan  anugerah Allah, ia tentu akan lebih terhormat, dan berderajat lebih tinggi.

– Ustadz Muhammad Al Ghazali –

Nasehat Ulama Terbaru