eramuslim

Natalius Pigai Bantah Prabowo Alergi Demo: Gak Usah Percaya!

eramuslim.com - Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, meminta masyarakat untuk tidak mempercayai klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki sikap antipati terhadap aksi demonstrasi. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Nada bicaranya terdengar meninggi saat menanggapi isu tersebut.

“Gak usah percaya. Kalau saya, saya tidak percaya (Prabowo alergi demonstrasi). Kalau bapak ibu mau, silakan percaya (kabar itu),” kata Natalius dalam konferensi pers di Kementerian HAM pada Selasa, 11 Maret 2025.

Natalius mengklaim bahwa dirinya telah lama dekat dengan Prabowo dan tidak pernah melihat Ketua Umum Gerindra itu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap aksi demonstrasi. Bahkan, menurutnya, Prabowo tidak pernah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang mengkritiknya.

“Saya ini kan bagian dari perjalanan politik Presiden Prabowo. Pagi siang sore malam, (orang) nyerang kita habis-habisan, orang demo. Ada gak kami melaporkan, satu orang aja,” ungkapnya.

Mantan Komisioner Komnas HAM itu menambahkan bahwa pemerintahan Prabowo justru telah membebaskan banyak korban kriminalisasi dan tahanan politik melalui pemberian amnesti. Pemerintah berencana memberikan amnesti kepada sekitar 19 ribu narapidana, termasuk mereka yang terjerat kasus UU ITE dan tahanan politik Papua.

“Lihat aja orang yang demonstrasi. Zaman lalu ditahan, dihukum di peradilan. Sekarang kami bebaskan mereka, amnesti,” ucap Natalius.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo akan menjamin hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat dan berunjuk rasa. Ia meyakini bahwa Prabowo tidak memiliki antipati terhadap aksi demonstrasi.

“Demonstrasi kan parlemen jalanan. Boleh dong, emang kenapa gak boleh, kok (Prabowo) alergi,” ujarnya.

Pernyataan Natalius ini merespons pernyataan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang sebelumnya menyebut bahwa Prabowo alergi terhadap demonstrasi. Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah video yang diunggah akun YouTube medcomid pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Dalam video itu, Satryo menyebut bahwa Prabowo menganggap aksi demonstrasi sebagai bentuk kegaduhan. Sikap inilah yang disebut-sebut sebagai alasan mengapa ia diminta mundur dari jabatannya di kabinet.

Satryo juga mengungkapkan bahwa ada dua aksi demonstrasi yang menjadi perhatian Prabowo terkait dengan dirinya. Yang pertama adalah aksi unjuk rasa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemendiktisaintek, dan yang kedua adalah rangkaian aksi mahasiswa bertajuk Indonesia Gelap.

(Sumber: Tempo)