eramuslim

Netanyahu Bertemu Trump di Gedung Putih di Tengah Ancaman Penangkapan ICC

eramuslim.com - Undangan Gedung Putih kepada Benjamin Netanyahu untuk menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Donald Trump pada masa jabatan keduanya bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa.

Langkah ini merupakan manuver strategis yang memberikan dukungan bagi sekutu lama Amerika Serikat, yang saat ini tengah menjadi sorotan dunia akibat perang di Gaza serta tuntutan hukum internasional terhadap Netanyahu.

Dalam surat resminya, Trump menyatakan bahwa kunjungan Netanyahu pada 4 Februari bertujuan untuk “membahas bagaimana kita dapat membawa perdamaian ke Israel dan negara-negara tetangganya, serta upaya untuk melawan musuh bersama kita.”

Namun, di balik retorika tersebut, terdapat pesan politik yang lebih besar: Gedung Putih tetap menjadi pelindung utama Israel, meskipun Netanyahu menghadapi ancaman hukum dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang.

Undangan ini muncul di tengah tuduhan serius terhadap Netanyahu terkait operasi militernya di Gaza, yang mencakup serangan terhadap warga sipil serta dugaan penggunaan “kelaparan sebagai metode peperangan.”

ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, yang berisiko ditangkap jika mereka mengunjungi lebih dari 120 negara anggota ICC.

Namun, Amerika Serikat bukan bagian dari ICC, dan saat ini Partai Republik bahkan tengah mengupayakan sanksi terhadap lembaga peradilan internasional tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Israel.

(Sumber selengkapnya: Terkini)