Nicho Silalahi Sindir Puan Maharani: Bukankah Kemiskinan Barang Dagangan Dalam Politik

eramuslim.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku prihatin masalah di Jawa tengah yang dilanda kemiskinan.
Setelah mendengar cerita dari warga wonogiri, Puan merasa heran kenapa daerah tersebut tidak mendapatkan akses air bersih selama puluhan tahu. Terlebihnya lagi warga Jawa Tengah nyaris tidak pernah mandi dan lebih sering cuci muka.
Sebagaimana diketahui bahwa daerah Jawa Tengah merupakan basis PDIP, Presidenya dari PDIP, serta Gubernur dan bupatinya dari partai yang sama.
“Saya sampai nengok saat dibilang puluhan tahun. Ini benar, tidak? Saya tidak menyangka kalau sampai puluhan tahun sulit mendapatkan air bersih,” kata Puan sebagaimana dikutip FIN dari Fajar.co.id pada Sabtu, 7 Mei 2022.
Kalimat Puan Maharani tersebut pun, menjadi sorotan langsung oleh Nicho Silalahi melalui aku Twitter pribadinya.
Nicho pun mengingatkan kepada Puan Maharani, kalau daerah Jawa Tengah merupakan basis suara PDIP.
"Padahal Jateng Basis Suara PDIP loh Tante @Puanmaharani_ri, tapi Gubernurnya Doyan juga Nonton Bokep, Jadi wajar kalau Jateng Rentang pada kemiskinan," ucap Nicho Silalahi sebagaimana dikutip FIN dari @Nicho_Silalahi pada Sabtu, 7 Mei 2022
Lanjutnya, Nicho pun melontarkan pertanyaan, kalau kemiskinan merupakan dagangan yang dijanjikan dalam berpolitik?
"Bukankah kemiskinan barang dagangan yang sangat menjanjikan dalam Poltik?," ungkapnya.
Permalasahan kemiskinan menjadi evaluasi bagi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai Gubernur Ganjar Pranowo dalam membangun Provinsi Jawa Tengah selama dua periode tidak menyeluruh.
"Artinya Ganjar selama ini membangun tidak menyeluruh di wilayah Jawa Tengah. Daerah Wonogiri tampaknya kurang mendapat perhatian Ganjar,” kata Jamiluddin.
Hal itu terkait pembangunan wilayah Paranggupito, Wonogiri karena sudah puluhan tahun masyarakat hidup tanpa air bersih.
Oleh karena itu, lanjutnya, dari sisi komunikasi politik, peresmian akses air bersih yang dilakukan Ketua DPR Puan Maharani menjadi pesan keras buat Ganjar dalam hal kinerja.
Ia mengingatkan Ganjar untuk segera melakukan evaluasi di sisa masa jabatannya ini.
“Ganjar sebaiknya di sisa masa pemerintahan ini melakukan evaluasi, wilayah mana saja yang selama ini memang kurang mendapat perhatian, itu poinnya,” katanya menegaskan.
Selain itu, Wonogiri juga dikenal dengan masalah kemiskinan yang cukup tinggi, sedangkan salah satu program dari pemerintahan Jokowi adalah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
“Namun realitasnya, kita melihat daerah Jawa Tengah itu adalah tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Dari sudut itu memang kelihatannya Ganjar sebagai wakil dari pemerintah pusat ini kurang fokus mengatasi kemiskinan di wilayahnya,” jelasnya.
Menurut dia, kinerja Ganjar selama ini kurang mampu mengkoordinir para wali kota dan bupati di wilayah Jawa Tengah agar pembangunan di sana bisa merata.
“Jadi, sekalipun daerahnya menunjukkan keberhasilan, belum tentu bisa disimpulkan hasil kerja gubernurnya. Karena bagaimanapun gubernur sifatnya mengkoordinir, operasionalnya ada di kepala tingkat dua bupati atau walikota” katanya. [FIN]