free hit counters
 

Berkejaran Dengan Waktu

Redaksi – Jumat, 24 Mei 2013 13:26 WIB

waktuOleh: Syaripudin Zuhri

Kehidupan terus berjalan, waktu terus berputar, waktu terus berjalan dan bumi terus berputar, generasi hilang dan tumbuh, saling berganti, tokoh -tokoh sejarah tinggal catatan. Usia manusia tak cukup mengarungi semua waktu, usia manusia sangat terbatas, harapan hidup rata-rata manusia sekitar 70 tahun. Ada yang sampai, 80, 90 atau 100 tahun lebih, tapi jumlahnya sedikit.

Hanya Allah yang Maha Mengetahui  batas umur manusia,  umur benar-benar rahasia Allah. Ada bukti nyata yang sangat jelas, di panggung sejarah kehidupan manusia benar-benar sukar di duga , Siapa yang menyangka seorang mantan Presiden di salah satu negara di Timur Tengah, yang saat kejayaannya dielu-elukan, namun pada akhir hayat, tokoh ini mati di tiang gantungan, terlepas benar atau salah, kematiannya manjadi sorotan dunia. Kejadian ini pas di saat Hari raya Idul Adha 1427 H/30 Desember 2006.

Entah apa yang hendak ditunjukan olehNya pada umat manusia? Yang jelas kematian ada dalam genggamanNya, mati di tiang gantungan, ketabrak mobil, ditelan gelombang tsunamai, dijepit gempa bumi, ditimbun tanah longsor, dipanggang hidup-hidup saat kebakaran, meledak di pesawat udara, atau tenggelam di lautan lepas, dan sebagainya itu cuma penyebab kematian, tapi kematian itu satu, lepasnya roh dari jasad manusia!

Jasad manusia ada yang hilang ditelan gelombang laut, hangus terbakar tanpa bekas, meledak di pesawat ulang alik, atau mati hancur berantakan karena bom bunuh diri di mobil atau tergilas tank, tapi roh tetap kembali kepadaNya. Apa pun jenis penyebab kematian, roh tetap kembali kepadaNya. Maka, sebelum kematian itu menjelang  berbuatlah sesuatu, kerjakanlah sesuatu,tinggalkan bekas yang bermanfaat  buat  generasi  mendatang.

Seratus tahun, seribu tahun, sejuta tahun atau bahkan dalam hitungan tahun yang begitu panjang, selama bumi masih terus berputar, selama itu pula kehidupan masih berlangsung, namun bila telah hancur berantakan segala isi alam semesta ini, itu berarti kiamat telah tiba! Itu kimat Kubro, tapi jangan lupa ada kiamat yang bisa langsung mengenai setiap manusia dan datangnya tak diduga, apa itu? Kematian, ya… kematian adalah salah satu jenis kiamat, tapi ini kiamat kecil, kiamat sugro.

Yang belum lama ini telah diperlihatkan oleh Allah SWT, tentang hambaNya  dikenal dan terkenal karena begitu populernya di Indonesia, yang dengan caraNya sendiri  diambil begitu saja, di malam Jum’at dengan tabrakan tunggal.  Semua orang terkaget-terkaget dan terhenyak sesaat dan tak menyangka. Ya siapa menyangka  dan bisa menduga datangnya sang maut itu?

Tak ada yang bisa mengetahui rahasia Allah ini, walau ilmu kedokteran sudah begitu canggih. Betapapun hebatnya teknologi kedokteran yang dimiliki manusia, pada saat maut itu datang, tak ada seorangpun yang dapat mencegahnya, walaupun seluruh manusia bersatu untuk melawannya atau bersatu untuk menghindarinya, tak bisa!

Allah telah bersumpah dengan waktu: “ Demi waktu, demi masa, bahwa manusia akan merugi, kecuali bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, saling nasehat-menasehati dalam kesabaran dan kebenaran” ( Al  Asr: 1-3). Manusia di planet bumi diberikan waktu yang sama, 24 jam sehari semalam. Namun dalam waktu yang 24 jam tersebut ada yang mencapai puncak kejayaan seluas-luasnya, namun dalam waktu yang bersamaan, betapa banyak manusia yang nyaris tak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa dan tak mampu berbuat apapun, padahal waktu yang diberikan Allah SWT, sama, 24 jam!

Waktu yang 24 jam, ada yang merasa terlalu sedikit, namun ada pula yang tak mampu menghabiskan waktu tersebut dengan kegiatan yang produktif, waktu hilang percuma, tak memberikan  manfaat apapun padanya. Lebih celaka lagi, waktu yang banyak itu hanya diisi dengan bergunjing kesana kemari, menghasut seseorang dengan orang lain, sambil tetap tersenyum, seakan tanpa dosa.

 Padahal waktu yang diberikan Tuhan 24 jam itu, bisa digunakan dengan berbagai macam kegiatan yang produktif, tahan lama dan mungkin juga mengabadi. Seperti tulisan para tokoh, yang mewariskan pada dunia dengan ilmu yang ditulisnya atau diababadikannya berupa karya atau keterampilan yang bermanfaat bagi manusia lainnya, baik pada masanya atau masa sesudahnya.

Kita mestinya malu dengan tokoh dunia puluhan abad yang lalu, seperti  Ibu Arabi, Imam Al Gazali, Ibnu Sina dan lain sebagainya, yang  dengan  ketekunannya  dan  kesabarannya,  mereka  dapat  dan mampu  menulis  ribuan  halaman  buku, dengan  puluhan  jilid  buku  atau  dengan  puluhan  judul  buku yang ditulis tangan.  Sekali lagi ditulis tangan!  Jangan lupa,  saat itu belum ada percetakan,  belum ada  mesih tik,  computer,  laptop dan lain sebagainya.

Dan buku-buku mereka mengabadi dan memberikan inspirasi bagi generasi sesudahnya, mereka telah tiada, tapi hasil pemikiran mereka yang ditulis, di catat, maka ilmu mereka tak hilang dan terus menerus bermanfaat  bagi  generasi  selanjutnya,  yang bisa saja  mencapai  ribuan  tahun  sesudahnya. Jasad mereka sudah tiada, tapi dengan kata-kata yang ditulisnya, nama mereka mengabadi.

Bagi orang yang kreatif, waktu benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya, misalnya dengan membaca, mengarang, membuat ketrampilan, mengaji, mengkaji, menyusun buku dan berbuat sesuatu apapun demi  kemaslahatan semua umat manusia. Itulah yang kata Nabi, manusia yang paling baik!

 Nabi pernah bersabda : “ Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling berguna atau yang paling bermanfaat bagi sesamanya”  Manusia seperti itu bisa berbuat baik dengan tenaganya, pikirannya, hartanya, bahkan jiwa dan raganya diberikan untuk kepentingan manusia, kepentingan orang banyak dan tentunya berniat karena Allah semata.

Manusia seperti  ini cerdas dalam memanfaatkan waktu, dia tak mau kehilangan waktu semenitpun untuk perbuatan sia-sia, dalam diamnyapun, manusia seperti ini memanfaatkan waktunya dengan berdzikir dan merenungkan ciptaanNya, jadi dalam kedaan diampun dia masih produktif, yaitu berdzikir, karena berdzikir bisa dilakukan sambil berdiri, duduk dan berbaring. Bahkan ketika berjalanpun orang bisa berdzikir, karena berdzikir itu adalah mengingatNya, dan berdzikir paling utama adalah saat ada “nyanyian setan’ untuk berbuat dosa, lantas ingat Allah SWT, sehingga tak jadi melakukan dosa tersebut.

Waktu terus bergulir, berputar tak ada hentinya dan dengan perputaran waktu usia manusia terus bertambah karena dilihat dari titik nol, saat dilahirkan,  sekaligus berkurang dari jatah yang sudah ditentukan olehNya. Umur kelihatannya bertambah, namun hakekatnya berkurang, sedang menuju ke kematian atau menuju ke kuburan yaitu akhir perjalanan umat manusia. Suka atau tak suka, siap atau tidak siap, kematian itu akan datang dengan sendirinya, tanpa diundang!

Masihkah kau akan berkata ” tak punya waktu ” ? Waktu itu netral, kaulah yang mengatur sang waktu itu, untuk berbuat sesuatu. Kerjakanlah sesuatu yang dapat kau tinggalkan bagi generasi selanjutnya, isilah waktumu dengan hal-hal yang bermanfaat. Katakanlah :” wahai sang waktu …. akan ku isi waktumu dengan apapun yang bermanfaat!”  Jangan katakan : ” aku tak punya waktu ” omong kosong! Mengapa? Kalau berkata: “tak punya waktu” itu sama saja mati. Karena hanya orang yang sudah matilah yang   tak punya  waktu lagi untuk berbuat apapun, baginya sudah tamat!



Jangan menyesal, ketika waktu telah lewat. Waktu bergerak terus ke depan, sang waktu tak kenal kata mundur, sang waktu hanya bergerak ke depan, maju, maju dan maju terus, bila kau diam, maka waktu akan menggilasmu, waktu akan “membunuh”mu dengan pedangnya yang sangat tajam, pedang yang tak ada seorangpun dapat menangkisnya!

 Siapa yang bisa membunuh sang waktu? Siapa yang bisa melawan sang waktu ? Siapa yang bisa “mengerem” sang waktu agar tak berputar? Tak seorang pun bisa! Maka pergunakanlah waktumu dengan apapun yang bermanfaat, syukur-syukur bermanfaat bagi kehidupan di Dunia maupun di Akherat ! Mari kita berlomba mengejar sang waktu, berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebajikan, fastabiqul khairat,  dengan karya kita sendiri, dengan tulisan kita sendiri, dengan menulis buku sendiri atau menciptakan apapun karya sendiri! Ayo, mari kita kejar sang waktu, kita kejar waktu-waktu kita dengan karya-karya kita sendiri.

Ayo  tulis sesuatu atau berbuat sesuat,  ayo tinggalkan sesuatu yang bermanfaatbuat generasi selanjutnya! Jangan biarkan hidup kita berlalu tanpa bekas apapun. Kita diciptakan Allah, jelas punya misi, bukan asal hidup, bukan asal ada. Ayo kerjakan sesuatu sekecil apapun bentuknya, ayo tulis sesuatu , betapapun sederhananya. Otak, tangan, dan  semua anggota tubuh  masih bisa digunakan! Ayo, gunakan usia kita yang masih ada itu, mari berkejaran dengan waktu yang masih tersedia buat kita,  selagi bonus umur tetap diberikanNya.

Moskow, 24 Mei 2013.

Oase Iman Terbaru

blog comments powered by Disqus