free hit counters
 

Antara Kenangan Dan Taqdir

muhammad hafizh el-Yusufi – Minggu, 7 Mei 2017 17:00 WIB

jalanSesungguhnya setiap Manusia mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah bahagia. … (Shahih Muslim)

Apa yang terlintas di benak kita pada sebuah kata, yaitu: “kenangan”? jawabannya mungkin Manis ingin merasakannya kembali, Pahit hanya tuk dijadikan Kenangan. Kemudian tentang artinya sendiri tergantung masing -masing dari kita bagaimana menyikapinya.

Setiap memasuki fase baru dalam kehidupan, pasti ada fase yang telah kita lewati sebelumnya. Baik itu bersama Keluarga, Teman, Sahabat, Pacar ataupun manusia dan alam sekitarnya. Bohong banget kalau kita menyangkal dan berkata bahwa semua kenangan Gak penting.

Adalah sangat amat penting untuk memberikan tempat ‘khusus’ kepada masa lalu dan kenangan, terlepas dari apakah itu kenangan indah atau kenangan tidak indah. Dan saya menyebutnya sebuah apresiasi, Untuk itulah kita wajib memaknai dan menghargai hidup dengan sebaik-baiknya.

Mengingat kembali kenangan membuat kita merasa hadir dan kembali ke masa-masa di saat kita menjalaninya dulu. Masih jelas teringat di otak kita kenangan indah pada masa kanak bermain dan menangis bersama kawan sepermainan sampai pada detik-detik terakhir pada setiap masa-masa peralihan hingga sekarang.

ketika seseorang mengatakan: hei, aku teringat dulu aku pernah sama-sama belajar di pesantren dengan dia, hei, dulu aku pernah suka padanya, Atau, hei, kita kan pernah sama-sama kuliah di kampus itu. terukir manis senyum di bibir yang mengilustrasikan bentuk kebahagiaan sekalipun itu pahit maka jika kita telah melewatinya akan terasa indah untuk dikenang. Saya ingat ada pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak akan pernah tahu (menghargai) apa yang kita miliki sekarang sampai kita kehilangannya. Yang menjadi special meskipun kenangan itu buruk sekalipun namun kita tetap merasa indah bila mengenangnya adalah, “karena kenangan tidak akan pernah terulang kembali dan akan mejadi batu loncatan untuk dapat hidup lebih maju di hari ini dan hari yang akan datang. Menjadi sebuah kenangan, history, yang akan melengkapi kekinian kita dan membekali masa depan kita”.

Satu hal yang mesti kita hayati, dalam al Qur’an Allah berfirman: “Tak akan ada suatu apapun yang menimpa kita kecuali apa-apa yang telah Allah tuliskan untuk kita”.

Antara Kenangan dan Taqdir tentu mempunyai hubungan yang sangat erat kaitannya bagi masa depan yang akan kita tempuhi. “Yesteday, Today and Tomorrow” mereka adalah satu saudara yang tak dapat terpisahkan oleh angin puting beliung sekalipun. Bagaimanapun manusia tidak akan pernah lepas dari masa lalu dan masa depannya. Toh manusia sudah ada garis hidupnya kan.., lantas bagaimana?

Firman Allah: Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikaan itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70). Dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu’anhuma berkata, ”Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah telah menulis ketentuan seluruh makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi selang waktu lima puluh ribu tahun.” (HR. Muslim). Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud). Subhanalllah..

Dalil di atas menunjukan bahwa takdir segala sesuatu sudah ditetapkan Allah sebelum terjadinya segala sesuatu. sudah ditetapkan dan tidak akan berubah dalam dimensi Allah ( ketetapan takdir berdasar ilmu ajali Nya, tidak satupun makhluk yang tahu termasuk Kontingen MalaikatNya sekalipun). diantara bentuk ikhtiar ialah doa, dan dengan doa takdir dapat berubah, dengan berbuat kebajikan dan Saling menjalin silaturahmi antar sesama insan umur bisa bertambah panjang dan Pintu Rezki dibuka selebar-lebarnya.

Jangan pernah menyesal pada kenangan ataupun peristiwa apa saja yang pernah kita alami (sekalipun itu pahit), terhadap apa yang menimpa diri kita (sekalipun perih). Kata Nabi, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan jangan kamu malas. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qodarollahu wa maa sya’a fa’al’ (Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya). karena ucapan”seandainya” itu akan membuka (pintu) setan.” (HR. Muslim)

Itulah takdir dalam dimensi manusia, sesuatu yang sudah dipastikan akan terjadi yang secara logika tak mungkin tertolak, misalkan ada orang yang sakit dan menurut dokter tinggal menunggu waktu saja ajalnya dan tidak mungkin disembuhkan lagi penyakitnya. Tapi, dengan doa dan ikhtiar yang tak putus siapa tahu terjadi keajaiban dan yang bersangkutan ternyata sembuh. Inilah maksud doa yang juga merupakan ikhtiar manusia mampu menolak atau merubah takdir. Dan sampai kedepannya menjelang hari kiamat, hidup kita masih bergantung pada Taqdir.

Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa yang akan datang akan menjadi tonggak awal untuk kita melangkah lebih Maju. Langkahkan kakimu dan berpeganglah pada suatu kebenaran yang selalu kita yakini yaitu Taqdir. Yakinlah, tidak ada taqdir yang kejam, jangan pernah sesali apa yang telah terjadi. Taqdir baik maupun taqdir buruk semuanya adalah baik untuk kita. Kullu maa qodarallah Kheir, insyaAllah..

Wallahu alam

Terimakasih untuk semua orang yang telah masuk dalam kenangankuJ

Semoga bermanfaatJ

loading...

Oase Iman Terbaru

blog comments powered by Disqus