free hit counters
 

Safari Ramadhan Di Rusia

Islam di Rusia Alhamdulilah berekambang pesat, setelah komunis hancur dua dekade lalu, tepatnya Agutus 1991, maka kegiatan keagamaan mulai menggeliat, termasuk Islam. Dan dengan hancurnya komunis kegiatan Islam mengalami kemajuan yang pesat sekali, sudah ribuan masjid berdiri di Negara-negara eks komunis, negara eks Uni Soviet.

Komunis sudah tak laku dijual di masyarakat Rusia. Tak ada yang mau kembali lagi ke jaman komunis di Rusia, kalaupun ada, hanya tinggal yang tua-tua saja, sedangkan generasi mudanya, tak mau!

Nah sehubungan dengan bulan Ramadhan, saya tulis lagi. Dulu saya pernah menulis di Oase Iman ini tentang Ramadhan juga dengan judul :” Uniknya Puasa di Moskow “ Kali ini saya tulis mengenai Ramadhan, saya gabungkan dua Ramadhn tahun lalu dan tahun sekarang.

Di hari kedua puasa di Moskow tahun lalu 2009 lalu, saya ajak sahabat-sahabat semua untuk bersafari Ramdhan ke Masjid Yarjam, Masjid disebelah Utara Moskow. Masjid ini berdiri pada satu komplek dengan tempat ibadah agama yang lain. Di dalam komplek tempat ibadah ini ada dua masjid, yaitu Masjid untuk golongan Sunni dan Masjid untuk golongan Syiah. Dan ada dua gereja , satu untuk gereja ortodok yang banyak dianut Kriten Rusia dan satu gereja untuk kebanyakan orang kristen yang bukan ortodok, dan ada satu sinagog tempat orang yahudi beribadah.

Dua Masjid yang berdampingan, sebelah kiri berkubah hitam adalah Masjid Sunni dan sebelah kanan yang berkubah hijau adalah Masjid Syiah. Unik memang dua Masjid yang berdampingan ini tempat ambil wudhunya satu, tapi saat sholat berbeda dan panggilan adzannyapun berbeda dengan imam yang berbeda pula di waktu sholat yang sama.

Ya unik memang, Islamnya satu, tapi tata cara panggilan adzannya berbeda, ada tambahan pada panggilan adzan Syiah, ya apa lagi selain mengagungkan Sayidina Ali AS. Di tambah dengan batu yang bertulisan dua kalimat syahadat dan Husein, yang ketika mereka sujud di letakan di balik sajadah atau di atas dan menyentuh batu itu !

Pintu masuk ke Masjid ini di sisi kiri ketika masuk ada toko buku-buku Islam, Kaligrafi, Souvenir dll, di sisi kanan toko daging halal. Oya perlu juga diktehui … di Rusia antara Masjid dan tempat wudhu itu selalu dipisah … bukan bagian dari Masjid. Di atas mihrob ini terdapat kaca besar… yang bila musim panas cahaya matahari akan bebas masuk … seperti lampu neon.

Ada berbagai macam terjamahan Qur’an di Masjid Yarjam … bahkan yang terjemahan Indonesia pun ada di sini, ada 3 Qur’an terjemahan bahasa Indonesia di Masjid Yarjam yang kemudian disumbangkan ke Sekolah Indonesia Moskow (SIM ). Ada al-ur’an yang terjamahan dan tafsirnya pakai bahas Rusia. ada juga Al qur’an yang seluruhnya berbahasa Rusia. Jadi di dalam Masjid ini terkumpul terjemahan Al-Qur’an berbahasa Rusia, Tartar, Georgia, Inggris, Arab, Turky dan lain-lain.

Oya dalam masjid ini ini tak ada ada istilah sepatu atau sendal hilang. Tak ada penjaganya… sepatu bermerk tak akan ada yang hilang, tempat sepatu berjajar rapi di raknya yang bersih. Dan disediakan sandal untuk berwudhu, sandal plastik untuk musim panas dan sandal berbulu untuk musim dingin. Disediakan bangku panjang untuk duduk saat membuka atau memakai sepatu kembali, pokoknya dibuat senyaman mungkin agar orang senang di Masjad !

Selain itu, ada kebiasaan masyarakat Rusia yang muslim untuk minta di doakan oleh petugas di Masjid… mereka menghadap kepada petugas, kemudian petugas membaca doa atau membaca Al-Qur’an, setelah itu mereka "sedekah’ yang telah disediakan berupa kotak transparan di sebelah petugas tersebut. Kotak ini dibuat trasfaran, sehingga batatpun vesar jumlah diketahui oleh jamaah yang bersedekah.

Ketika menunggu sholat dzuhur ada yang dengan berdzikir atau membaca al qur’an, namun membaca Al-Qur’annya tak boleh bersuara, bila bersuara langsung ditegur, alasannya tentu agar orang yang sholat tidak terganggu dengan suara orang yang sedang membaca Al-Qur’an! Jadi suasananya dibuat sedemikian rupa agar orang yang sholat khusu. Kalau orang membaca Sl qur’an saja tak boleh bersuara keras, apa lagi ngobrol, tentu saja dilarang keras!

Kemudian setelah dari Masjid Yarjam yang ada di Utara Moskow di Rayon Astrodnoye, nah pada malam Rabu tanggal 25 Agustus 2009 saya mengajak sahabat untuk sholat terawih di Masjid bersejarah, Masjid yang namanya juga Masjid Histori, terletak di jalan raya Tartar, mereka menyebut Balshoi Tartarskaya… letaknya tidak jauh dari kantor KBRI Moskow , kurang lebih 100 meter ke timur.

Masjid ini sebenarnya hanya beda satu blok dengan KBRI Moskow… tapi karena sistem apartement di Rusia itu hanya masuk dan keluar satu pintu, kebanyakan nggak ada istilah pintu belakang, jadi keluar masuk hanya lewat pintu depan… dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan … semua pintu apartemen berkode… dan kodenya hanya pihak tertentu yang tahu.

Jadi karena sistem satu pintu itulah yang dekat jadi jauh … kalau di Indonesia ada istilah potong kompas… ya susah untuk di Rusia… jadi jalan sering kali muter-muter dan kebanyakan jalan juga sudah di buat satu arah, jadi kalau salah belok ya tanda-tanda jalan akan bertambah panjang, karena baliknya harus muter nyari belokan dan beloknyapun tak sembarangan, bila ketahuan polisi yang kena tilang.

Nah kita kembali ke asal pembicaraan … kita jadi muter untuk jalan ke Masjid Tartar atau Masjid Histori dari KBRI Moskow …. dan itupun harus lewat jalan resmi…. jalan atau lewat apartemen orang lain sekarang sudah banyak yang di pager, lagi-lagi dengan kode, jadi nggak bisa potong kompas seperti dulu.

Sholat terawih di Masjid Tartar atau Masjid History dilakukan delapan rekaat plus witir tiga rekaat, ini karena sholat terawih berlansung di musim panas, nah mulai sholatnya aja sudah setengah sebelas malam dan baru berakhir setengah dua belas malam, dan jamaah kebanyakan dari luar, bukan sekitar Masjid Tartar tersebut, jamaah terawih naik metro, bus atau trem untuk ke Masjid ini.

Sedangkan untuk metro ada batas waktu yaitu jam 1 malam Metro di tutup dan angkutan umum lainya juga di hentikan. Di buka lagi jam 5 pagi. Jadi jamaah harus berlomba dengan waktu agar dapat mengejar waktu ke metro sebelum batas jam 1 tadi. Nah bisa dibayangkan kalau terawih dengan dua puluh rekaat plus tiga rekaat witir. Kapan mereka pulang ? Oya, alhamdulillah jemaah terawih penuh… dan lebih menyenangkan jemaahnya adalah anak-anak muda yang pakai jean, jaket, kaos dsb. Imamnyapun anak muda.

Terawih dua puluh rekaat plus witir tiga rekaat biasanya dilakukan di musim dingin yang waktu malamnya panjang. Unik ya …rekaatnya di sesuaikan musim. Selesai sholat … berdzikir dan berdoa… kemudian ada yang menghapal Al-Qura’an, doa lagi… setelah itu salaman, habis salaman berdoa lagi, lalu bubar.

Oya … Masjid ini, juga Masjid Yarjam dan Masjid Katerdal berfungsi sebagai KUA ( kantor urusan agama ) orang muslim yang mau nikah, bisa di Masjid ini, nggak perlu bayar apa-apa, hanya sedekah seikhlasnya. Jadi menikah bagi muslim Rusia boleh dikatakan murah meriah ….!

Ada kedua calon mempelai, ada dua orang saksi, mas kawin, ada wali bagi perempuan… beres! Di Masjid History dan juga Masjid Yarjam dan Masjid Katerdal ada kafe, toko daging halal, toko Souvenir, kios Jilbab dan kios-kios buku dan Al Qur’an serta peralatan sholat lainya, seperti sejadah, kompas ka’bah, tasbih, minyak wangi dsb.

Nah sekarang saya ajak anda melompat ke tahun yang sedang berjalan, tepatnya di hari Minggu tanggal 22 Agustus 2010 saya ajak anda berjalan-jalan menuju Masjid Prospek Mira atau yang sering disebut Masjid Katerdal, Masjid ini akan menjadi Masjid terbesar di Eropa, pembangunan atau tepatnya perbaikannya sedang di bangun besar-besaran, yang menyolok adalah menaranya, baru tahap pembangunan saja sudah terlihat kebesarannya, ya benar-benar akan menjadi Masjid terbesar di Eropa. Dari tahap pondasinya saja sudah memakan waktu 2-3 tahun. Dan insya Allah direncanakan sesuai dengan plang yang terpampang di halaman Masjid ini akan selesai bulan Desember tahun 2012 mendatang, Insya Allah!

Ketika menuju ke Masjid dari Stasiun Metro ( kereta bawah tanah ) Propek Mira sudah terlihat suasana yang Islami, suasana Ramadhan di Moskow kali ini lebih meriah, di mana-mana anda dapat bertemu dengan wanita berjilbab terutama yang dekat dengan Masjid.

Saya jadi "bangga" diri melihat suasan itu, ini Rusia, bukan Indonesia atau Malaysia, namun yang terlihat adalah suasana yang Islami, kemana-mana terlihat gadis yang berjilbab dan pria yang menggunakan kopyah putih dan baju gamis atau baju musliman (baju koko ), wah saya semakin semangat menuju Masjid, saya ingin melihat proses pembangunan Masjid Katerdal ini.

Oya .. yang lebih menggembirakan lagi adalah saya melihat seorang wanita Rusia muslim yang berjilbab dan dengan santainya dia melayani pembeli, wanita ini sedang berjualan di "kaki lima" di jalan menuju Masjid di depan jalan Stadion Olimpic ( Stadion ini pernah dijadikan arena Olimpiade tahun 1984! ). Ini mengejutkan, ya … wanita Rusia muslim dengan berjilbab jualan tanpa merasa risih, kalau di Tanah Abang atau di Jakarta sekitarnya, kita menemukan wanita berjilbab dagang, ini tak aneh, tapi ini Rusia Bung! Suatu pemandangan langka, sekaligus membahagiakan.

Mengapa membahagiakan? Itu artinya, penduduk muslim di Rusia tak perlu takut-takut lagi menampakkan identitas keIslamanya dimanapun dia berada, dan itu tak akan pernah terjadi pada jaman komunis Rusia dulu atau di era Uni Soviet!

Dulu, jangankan menampakkan identitas keIslaman, loh Masjidnya saja banyak yang dijadikan gudang, bahkan ada diorama yang menggambarkan pembakaran jilbab, karena dianggap mengganggu kebebasan wanita! Jilbab, identitas wanita muslimah kita boleh, tak ada larangan dan tak perlu takut lagi, alhamdulillah.

Kembali ke Masjid, nah jalan menuju Masjid semakin meriah, semakin ramai. Dua menara Masjid yang sedang di bangun itu sudah terlihat dari kejauhan, dua menara itu seakan berkata dan menyambut jamaahnya : " Selamat datang wahai kaum muslimin dan muslimat di rumah-Nya, selamat datang di salah satu rumahNya di Rusia, rumah yang damai dan tentram di negara eks komunis ! "

Sekarang kita masuk ke dalam masjid berwarna hijau muda ini, di dalamnya lebih menggembirakan lagi, mengapa ? Ya masjid ini tak sepi, setelah sholat dzuhur mereka melakukan kegiatan smabil menunggu asyar, padahal antara waktu dzuhur dan asyar kurang lebih 5 jam !

Dan itu tak terasa, karean di dalam masjid ramai dengan berbagai kegiatan, ada yang sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, belajar al-Qur’an, dan yang ceramah dengan kelompoknya masing-masing, ada yang sedang diskusi, ada yang sedang membaca buku Islami dan lain sebagainya, wah masjid ini makmur dengan kegiatan ibadah!

Padahal ini hari minggu, yang biasanya dijadikan hari keluarga, tapi di masjid penuh ! Dan ketika sholat asyar tiba benar-benar terasa makmurnya, mereka langsung merapatkan barisan setelah adzan berkumandang, dan lebih merapatkan barisan setelah iqomat. Allahu Akbar !

Saya tak merasa seperti di Rusia, suasananya bukan di Rusia, tapi Makkah! Karena yang sholat Asyar bukan hanya dari Rusia, tapi dari berbagai negara, Usbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Turkministan, Iran, Irak, Malaysia, Indonesia dan lainsebagainya. gamabran mini Mekkah ada di Rusia. Bayangkan sholat Asyar saja penuh, dan itu berarti tak kurang lima ratus orang sholat di dalamnya !

Alhamdulillah, ini sholat rutin, bukan sholat Idul Fitri, kalau sholat Idul Fitri bisa sampai ke luar dan dijadikan dua gelombang, untuk menampung jamaah yang luar biasa banyaknya, itulah makanya Masjid ini di perbesar! Dan yang membuat saya kagum adalah ini Rusia Bung! Ini bukan di Indonesia atau di Malaysia yang memang Islamnya mayoritar !



Setelah selesai sholat Asyar ada ceramah oleh Imam Annas, yang menjelaskan keutamaan malam lailatul Qodar! Dan ceramah ini membahas surat Al-Qadar dengan panjang lebar, tak kurang empat halaman untuk membahas surat ini dan mereka antusias mendengarkannya, dengan selingan tanya jawab, ceramah Asyar di bulan Ramadahn oleh Imam Annas menjadi menarik, lebih menarik lagi adalah jamaahnya kaum muda, anak-anak muda Rusia! Alhamdulillah, hidayah-Nya masuk ke anak-anak muda Rusia.

Demikian perjalanan safari Ramadhan di tiga Masjid. Masjid Yarjam, History dan Katerdal yang berada di Rusia, tepatnya Moskow. Semoga bermanfaat. Lain kali disambung lagi dengan kisah yang lainnya.

Selamat mejalankan ibadah puasa, salam dari negara ‘Beruang Merah’ yang akan mempunya Masjid terbesar di Eropa, dan insya Alllah Masjid Katerdal yang sedang diperluas ini akan selesai tahun 2012.

Sambil kita membuktikan ramalan kiamat di film 2012, mana yang benar kiamat 2012 atau Masjid Katerdal akan berdiri dengan megahnya di ibu kota Rusia, Moskow. Dan akan menjadi kebanggaan ummat Islam di Rusia khsususnya dan Eropa pada umunya. Salam !

Oase Iman Terbaru