Tadabur Ar-Rahman Ayat 51-56: Buah dan Bidadari Disiapkan untuk Penghuni Surga

Eramuslim.com

Tadabur Ar-Rahman Ayat 51-56: Buah dan Bidadari Disiapkan untuk Penghuni Surga

Ustaz Mukhlis Mukti Al Mughni
Yayasan Pustaka Afaf,
Alumnus Al-Azhar Mesir

Dalam lanjutan tadabur Surat Ar-Rahman kali ini bercerita tentang kenikmatan surga. Salah satunya disebutkan tentang buah-buahan dan bidadari yang akan menemani penghuni surga.

Sebagaimana diketahui, Surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) terdiri dari 78 ayat yang dijuluki pengantinnya Al-Qur’an. Surat ini menerangkan aneka nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

Berikut Lanjutan Tadabaur Ayat 51-56:

Ayat 51 dan 52:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 51)

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ
“Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.” (Ar-Rahman: 52)

Pesan dan Hikmah:
1. Dijelaskan bahwa buah-buahan surga itu selalu berpasangan. Hal itu menunjukkan banyaknya aneka buah di surga.
2. Ada pula yang memahami maksudnya berpasangan itu adalah buah yang dikenal dan tidak dikenal manusia. Boleh jadi sama nama dengan buah di dunia namun beda jenis, hakikat dan rasanya.

Ayat 53 dan 54:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 53)

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ
54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

Pesan dan Hikmah:
1. Ayat ini menjelaskan keadaan penghuni atau penduduk surga. Mereka duduk di atas permadani sutra yang lembut. Dikatakan bagian dalamnya untuk menunjukkan kemuliaan dan penghormatan, jika bagian dalamnya begitu istimewa tentu bagian luarnya akan lebih istimewa demi menjaga keistimewaan bagian dalamnya.
2. Dalam kondisi demikian mereka bisa sambilan memetik buah-buahan yang didekatkan, mereka bisa petik dalam kondisi apapun dan sangat mudah.

Ayat 55 dan 56:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 55)

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Ar Rahman: 56)

Pesan dan Hikmah:
1. Kenikmatan berikutnya adalah disiapkan para bidadari yang santun, kesucian mereka begitu nyata dengan dijelasknanya tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin.
2. Manusia dan jin akan mendapatkan pendampingan dan pelayanan bidadari sesuai dengan jenisnya.

Wallahu A’lam

[Sindonews]