free hit counters
 

Umrah Backpacker April 2017 Napak Tilas Perjuangan Nabi SAW : Masjid Nabawi, Kuingin Kembali Lagi…

Redaksi – Rabu, 13 Rabiul Akhir 1438 H / 11 Januari 2017 10:45 WIB

Eramuslim.com –  terus menatap masjid bersejarah tersebut, sebuah masjid yang dibangun Rasulullah SAW bersama keempat sahabatnya. Dinamakan Masjid Nabawi karena seringkali Rasulullah dengan penuh kecintaan menyebutnya, “Masjidku…”

Masjid Nabawi memiliki sejarah teramat panjang, sepanjang kisah Risalah yang dibawa oleh Nabi SAW. Tatkala Rasulullah SAW meninggalkan Makkah karena terus dimusuhi orang-orang kafir Quraiys dan tiba di Yastrib (sekarang Madinah), beliau disambut penduduk Madinah—kaum Anshar—dengan penuh suka cita. Seluruh kaum Anshar menawarkan Rasulullah untuk tinggal di rumahnya. Agar tidak menyakiti salah satu dari mereka, Rasulullah akhirnya melepas ikatan untanya dan mengatakan, “Biarlah untaku yang akan memilih rumah buat tempat tinggalku. Ia pasti diperintah oleh Rabbnya…”

Sang unta pun berjalan dan berhenti setibanya di depan kediaman Ayyub Al-Anshari—sahabat Rasulullah SAW yang dimakamkan di Istanbul, Turki. Ayyub pun bersujud dan bersyukur atas karunia dan keberkahan tersebut. Dengan bersuka cita Ayyub mempersilakan Rasulullah tinggal di rumahnya.

Setelah beberapa waktu tinggal di Yastrib (Nama kota itu sebelum berganti dengan nama Madinah) , Rasulullah bersama para sahabatnya membangun sebuah masjid di atas tanah wakaf As’ad ibnu Zurrah dan kedua yatim Sahal dan Suhail Ibnu Amr ibn Amarah. Peletakan batu pertama dilakukan Rasulullah sendiri, dan kemudian batu kedua oleh Abu Bakar r. A., batu ketiga oleh Umar bin Khattab r. A., batu keempat oleh Utsman bin affan r. A., dan batu kelima oleh Ali bin Abi Thalib r. A.

Peletakan batu pondasi masjid Nabawi ini merupakan sebuah sinyal bagi umat Islam dalam urutan kepemimpinan umat. Sepeningal Rasulullah, Abu Bakar-lah yang menjadi Khalifah, setelah itu baru Umar, Utsman, dan Ali r. A. Hal ini dilakukan tatkala Rasulullah SAW masih hidup dan kala itu sama sekali tidak ada perpecahan sedikit pun. Hanya saja, beberapa tahun setelahnya, ada sebagian orang-orang yang mengaku Islam memprotes urutan kekhalifahan ini dan memecah-belah kesatuan umat hingga sekarang.

Keutamaan Masjid Nabawi

Masjid yang berdiri di pusat kota Madinah ini mengandung sejumlah keutamaan. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sholat di masjidku ini lebih utama daripada sholat seribu kali di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.”

Dalam satu riwayat lain, Rasul bersabda, “Barang siapa sholat di masjidku 40 waktu tanpa terputus, maka ia pasti selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik.”

Masjid ini didirikan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya pada tahun pertama hijriyah (622 M) di atas tanah seluas 1050 meter persegi, yakni persis di sebelah barat rumah Rasul, yang kini dijadikan makam Rasulullah SAW dan sekarang telah masuk ke dalam komplek Masjid Nabawi. Berziarah ke masjid Nabawi ini adalah masyru’ (diperintahkan) dan termasuk ibadah. Penyataan ini sesuai dengan sabda Rasul, “Janganlah engkau mementingkan bepergian kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha. ”

Airmata Kebahagiaan

Memandang keindahan Masjid Nabawi dini hari merupakan pengalaman relijius yang sangat mengharukan. Betapa rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, hingga tak terasa air mata kembali meleleh membasahi pipi. Bayang-bayang Rasulullah SAW dan para sahabatnya pun hadir dalam relung hati yang paling dalam. Ya Allah, betapa besarnya sumbangan mereka terhadap agama-Mu ini, dan betapa kecilnya sumbanganku demi tegaknya agama-Mu. Kami pun tertunduk menekuri lantai marmer yang begitu luas dan bersih. Juga sangat dingin.

Kian pagi menjelang subuh, kian banyak jemaat yang mendatangi masjid besar ini. Jumlahnya bukan lagi ratusan namun ribuan. Kami kembali merasa sendirian di tengah keramaian subuh hari yang begitu syahdu. “Ya Allah, adakah makna hadirnya kami di tengah ribuan hamba-Mu ini Ya Allah?” Kami pun segera bersimpuh. Ya Allah, kuatkanlah iman ini, kokohkanlah ketauhidan ini, jagalah hati ini agar selalu menuju keagungan-Mu, agar selalu bersama hamba-hamba-Mu yang sholih, agar jangan sekali pun berpaling melupakan-Mu dan asyik dengan permainan dunia yang fana. Kabulkanlah Ya Allah…”

Kuyakin kenangan ini akan tak mudah hilang dan tertanam dalam hati , dan kuingin kalian merasakan hal yang sama , kunjungilah Masjid ini, ziarahlah ke makam nabi Muhammad SAW, sholawatlah atasnya dan nikmatilah hidangan hati dari Allah SWT…

img-20170103-wa0009Artikel ini eramuslim bekerja sama dengan Biro Umroh dan Haji Risalah Madinah Tour & Travel.

Dengan Bimbingan Ibadah dan Tadabbur Quran :

H.M. Syauqi Abdul Aziz, Lc

Bimbingan napak tilas kisah dan perjalanan Sejarah Islam :

Ustadz Rizki Ridyasmara (penulis eramuslim digest)

Hanya dengan biaya US$ 1300/pax (plus Rp 500.000,- untuk biaya 1 set perlengkapan umrah) , anda bisa melaksanakan umrah 9 hari di bulan April 2017 bersama kami.

Pemberangkatan insyaAllah tanggal 27 April 2017

*Harga belum termasuk buat Paspor dan suntik Meningitis.

Adapun fasilitas yang kami sediakan adalah sebagai berikut :

Pesawat Air Asia / Mehin lanka atau setaraf.
Hotel Makkah Ad dawawen / Yamamah atau setaraf.
Madinah Raudah Suite atau setaraf

Dan tentunya makan 3x sehari tersediakan.

 

Bila berminat hubungi kami di :

Kontak pemesanan :

Ustadz H. Abdul Fattah di 08811498578 ( telp dan sms)  , atau di 081287067755 (telp , sms dan WA)

Risalah Madinah
Alamat Graha Depok Mas
Jalan Arif Rahman Hakim no 3 Depok

InsyaAllah kami melayani pemesanan anda.

Wassalamu alaikum Wr wb

loading...

Oase Iman Terbaru

blog comments powered by Disqus