eramuslim

Orang Kaya Ini Hidup Sederhana, Hobi ke Rumah Makan Murah dan Menawar di Pasar

Eramuslim.com - Seseorang saat menjadi konglomerat, biasanya gaya hidupnya turut berubah. Fasilitas, mulai dari kendaraan sampai rumah, menjadi lebih mewah dan bergengsi.

Sudah banyak media memberitakan tentang kisah unik soal kebiasaan nyeleneh orang superkaya dunia. Mulai dari belanja gila-gilaan, membeli kapal pesiar mewah hanya untuk pamer.

Namun demikian, ternyata tidak semua orang kaya berperilaku konsumtif atau hedonistis. Tetap ada pengusaha besar lebih suka menjalani hidup sederhana, walau kekayaan mereka sudah taraf lintas negara.

Bahkan beberapa orang kaya dunia terbilang irit dalam membelanjakan uang mereka. Salah satunya adalah Ingvar Kamprad.

Dia adalah raja furnitur dari kota kecil di Swedia yang terkenal sebagai pendiri perusahaan IKEA. IKEA didirikan Ingvar ketika berusia 17 tahun.

Dilansir dari therichest, sifat pebisnis dan irit Ingvar masih melekat hingga usianya menginjak 89 tahun. Meski mempunyai kekayaan USD 3,3 miliar atau setara dengan Rp 42,5 triliun, Ingvar tidak pernah menghabiskan banyak uang. Dia bahkan disebut masih suka makan di restoran yang murah.

"Dia juga tawar menawar harga di pasar tradisional, dan selalu terbang di kelas ekonomi."

Ingvar sangat tertarik dalam bisnis. Waktu masih kecil, dia pernah membeli tiket pertandingan di Stockholm dengan harta murah. Kemudian dia kembali ke kotanya dan menjual dengan harga yang lebih tinggi.

"Ini adalah bagaimana dia membuat laba pertamanya," isi kutipan therichest yang dilansir merdeka.com.

Pendiri IKEA Ingvar Kamprad meninggal dunia di usia 91 tahun

Pendiri perusahaan IKEA, Ingvar Kamprad, dikabarkan meninggal dunia di usia 91 tahun. Dia menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Smaland, Swedia Selatan pada Sabtu (27/1) lalu.

"Dia meninggal dalam damai setelah mengalami penyakit ringan." demikian pernyataan IKEA yang diunggah melalui akun Twitter resmi, dikutip dari ABC, Senin (29/1).

"Dia akan sangat dirindukan dan selalu diingat oleh keluarga dan staf IKEA di seluruh dunia," tambah pernyataan itu.

Direktur IKEA Group, Jesper Brodin, menyatakan bahwa Kamprad akan terus menjadi inspirasinya dalam mengelola perusahaan tersebut. Visi Kamprad akan terus diterapkan agar bisa membuat perusahaan menjadi lebih baik lagi.

"Peninggalan Kamprad akan terus dikenang selama-lamanya, dan visinya untuk membuat kehidupan lebih baik bagi semua orang akan terus menuntun dan menginspirasi kita," ujar Brodin.

Selama hidup Kamprad dikenal sebagai sosok pekerja keras, suka berhemat, dan sangat sederhana. Dia memulai usaha peternakan keluarganya sebelum kemudian mendirikan perusahaan furnitur di usia 17 yang kini telah merajai dunia.

Meski memiliki kekayaan hampir USD 60 miliar, namun Kamprad tidak pernah membiarkan aura seorang taipan ada dalam dirinya. Namanya sering muncul sebagai daftar orang terkaya di dunia, tetapi dia hanya mengemudikan mobil Volvo sederhana dan berpakaian seadanya.

Dalam buku autobiografi yang dia tulis pada 1998 silam untuk menjelaskan sejarah IKEA, Kamprad menceritakan bahwa dirinya sering mengunjungi pasar sayur di jalan jelang toko-toko tutup agar bisa mendapat harga lebih murah.

Reputasinya dalam hidup sederhana dibeberkan oleh mantan asisten eksekutifnya, Jogan Stenebo. Stenebo mengungkapkan bahwa Kamprad selalu menciptakan imej yang sama dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berada di perusahaan.

"Dia ingin dianggap hanya sebagai orang biasa, sama seperti kita," ujar Stenebo. [merdeka]