Organisasi Pembebasan Palestina Tuntut Inggris Batalkan Perjanjian Balfour
Eramuslim – Senin 31 Oktober 2016, Organisasi Pembebasan Palestina “PLO” menuntut pemerintah Inggris untuk segera menghentikan kejahatannya terhadap rakyat Palestina dengan membatalkan Perjanjian Balfour tahun 1917.
“Inggris harus segera menghentikan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina, dan bersungguh-sungguh untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan ibukotanya Al Quds, serta hak kembali bagi para pengungsi yang tersebar di luar negeri,” ujar PLO dalam peringatan 99 tahun Perjanjian Balfour.
PLO melanjutkan, “Dan sudah saatnya bagi negara-negara di dunia untuk berhenti mendukung entitas ilegal yang berbuat semaunya di atas hukum.”
Dalam sebuah pesan yang dikirim Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour pada tanggal 2 November 1917 kepada pemimpin komunitas Yahudi, Lord de Rothschild, menyatakan persetujuan rapat Kabinet dan Kerajaan Inggris pada 31 Oktober 1917 untuk mendukung rencana-rencana Zionis Isarel menjadikan Palestina sebagai tanah air bagi bangsa Yahudi.
Hal senada juga pernah dilontarkan Otoritas Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sidang umum PBB tanggal 22 September, yang meminta Inggris meminta maaf atas Deklarasi Balfour 1917 yang menjadi cikal bakal penjajahan bangsa Yahudi di tanah Palestina. (Huffingtonpost/Ram)