OTT Kadis PUPR Sumut, Bobby Nasution Tegas: Tak Ada Bantuan Hukum!

Eramuslim.com - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemprov Sumut tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Topan Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumut yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Mandailing Natal, Jumat (27/6/2025).OTT Kadis PUPR Sumut, Bobby Nasution Tegas: Tak Ada Bantuan Hukum!
"Enggak lah," kata Bobby singkat saat ditanya soal kemungkinan bantuan hukum untuk Topan, Senin (30/6).
Orang Dekat Bobby, Kini Terjerat KPK
Topan Obaja Putra Ginting—pria asal Karo yang dikenal sebagai orang kepercayaan Bobby Nasution sejak di Medan—sebelumnya sempat menjabat Plt Sekda Kota Medan saat Bobby masih Wali Kota. Ia juga pernah menduduki posisi strategis lainnya seperti Kadis Pendidikan, Kadis PU, hingga Kepala LPSE Kota Medan.
Saat Bobby naik menjadi Gubernur Sumut di 2024, Topan kembali ikut ke provinsi dan menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Sumut serta Plt Kadisperindag ESDM Sumut. Dalam berbagai kunjungan kerja, sosok Topan hampir tak pernah absen di sisi Bobby.
Tak Kenal Penyuap, Bobby Akui Baru Tahu Saat OTT
Dalam kasus suap yang menjerat Topan, seorang pengusaha bernama M. Akhirun Efendi alias Kirun, Direktur PT Dalihan Natolu Grup (DNG), disebut-sebut sebagai pemberi suap. Menariknya, Kirun ternyata pernah ikut rombongan survei jalan bersama Bobby ke Sipiongot, Paluta, pada April 2025 lalu.
Namun Bobby mengaku tidak kenal dengan Kirun.
"Saya baru tahu setelah kasus OTT ini. Katanya dia ikut survei, bahkan mobilnya di depan mobil saya," ungkap menantu Presiden Jokowi ini.
Jalan Rusak Parah, Kirun Ternyata Ikut Rombongan Bobby
Tujuan Bobby ke Sipiongot saat itu adalah untuk mengecek langsung kondisi jalan rusak yang menurut laporan warga sangat parah. Ternyata, menurut Bobby, jalan di sana memang hanya bisa dilalui mobil modifikasi, bukan kendaraan biasa.
KPK Grebek Kantor Dinas PUPR Sumut
Usai OTT terhadap Topan, KPK langsung bergerak cepat. Pada Selasa (1/7), kantor Dinas PUPR Sumut di Medan digeledah. Terlihat tiga polisi bersenjata lengkap berjaga di depan gedung. Sementara itu, tiga mobil penyidik KPK masuk ke lokasi dan lebih dari enam penyidik menggeledah ruangan-ruangan penting di kantor tersebut.
Korupsi Proyek Jalan, 5 Tersangka Sudah Ditetapkan
KPK mengonfirmasi bahwa enam orang telah diamankan, lima di antaranya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pembangunan jalan. Salah satu nama yang mencuat adalah Topan Ginting.
Sumber: Kompas.com