Pagar Laut 30 Km Dibongkar, Nelayan Tangerang: Sekarang Bisa Melaut dengan Leluasa!
[caption id="attachment_412644" align="alignnone" width="800"]
(Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan)[/caption]
eramuslim.com - Sejumlah nelayan berkumpul dan membentangkan spanduk berisi ucapan terima kasih atas rampungnya pembongkaran pagar bambu di laut Kabupaten Tangerang sepanjang 30,16 kilometer pada Kamis, 13 Februari 2025.
Proses pembongkaran tersebut dilakukan oleh TNI Angkatan Laut (AL) bersama tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), serta para nelayan.
Spanduk apresiasi tersebut dipasang di pintu masuk Pos Angkatan Laut (Posal) Tanjung Pasir. Selain itu, para nelayan juga membawa spanduk serupa dan menunjukkan langsung kepada pejabat dari TNI AL, KKP, serta beberapa instansi terkait.
Agus, seorang nelayan dari Kronjo, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu pencabutan pagar bambu di laut.
"Kami berterima kasih dengan Bapak TNI AL, KKP, dan semua yang terkait. Pagar bambu sudah selesai dicabut semua, kami (nelayan) bisa melaut lagi dengan mudah," ujarnya di Posal Tanjung Pasir, Teluknaga, Tangerang.
Dengan selesainya pembongkaran, para nelayan kini lebih leluasa melaut meski masih menghadapi ombak tinggi.
"Meski situasi saat ini masih ombak tinggi, tapi kami sudah bisa melaut dengan leluasa, tanpa halangan pagar bambu, tidak lagi tersangkut di kapal kami, tangkapan ikan juga sudah lebih banyak," kata Agus.
Hal serupa juga disampaikan Nurdin, seorang nelayan dari Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Ia mengaku hasil tangkapannya meningkat setelah pagar bambu di laut dibongkar.
"Waktu ada pagar laut cuma 1 sampai 2 kilogram saja, karena ikannya susah ke tepi kan, tapi sekarang tangkapan kami lebih banyak. Dari yang sebelumnya cuma 1 kilogram sekarang bisa lebih, bisa sampai 1 ton. Terima kasih," ujarnya.
Proses pembongkaran pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang ini berlangsung selama 11 hari, dimulai sejak 18 Januari hingga 13 Februari 2025.
(Sumber: Kumparan)